Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Maret 2008

Modal Dengkul, Kualitas Sepatu Italy


Kamis, 27/03/2008 20:00 WIB
UKM Binaan PT Semen Padang
Reporter : Teddy Ardianto

Padang - Yusmail (42) kini mampu membuat pabrik sepatu terbesar di Sumatra Barat sekelas Tanggulangin Sidoarjo setelah mendapat dana pinjaman dari PT Semen Padang.

Membuka galery toko bernama Yusani di Desa Togoh Baru Kec Sintuk Barat Lubuk Alung Padang dari modal awal Rp 1,5 juta kini kegiatan produksi sepatu sudah mencapai sekitar 80 pasang perhari dengan kualitas yang tidak perlu diragukan lagi.

"Saya memperkerjakan sekitar 41 orang pekerja dengan aset sekitar Rp 800 juta," kata Yusmail kepada wartawan media visit PT Semen Gresik, Kamis (27/03/2008)

Yusmail mengaku ketika pertama kali bergelut sepatu ingin ada pabrik sepatu produk lokal dengan kualitas bagus berada di Sumatra Barat.

"Tahun 2007 kami mengajukan kredit Rp 25 juta dan disetujui," imbunya.

Cita-citanya kata Yusmail adalah mengembangkan pelebaran nama sepatunya bermerk Honesty bisa dikenal masyrakat luas dan tidak kalah bersaing dengan Italy maupun negara lain.

"Kami membuat sepatu yang utama adalah kualitas, kalau memproduksi banyak tapi tidak awet berarti Indonesia akan selalu dicap kalah mutu," terang Yusmail.

Sepatu berbagai model yang dipajang adalah merk terbaru dan ada juga yang dipesan oleh sejumlah warga sekitar dengan harga untuk wanita antara Rp 65 ribu hingga Rp 175.000 sementara untuk pria Rp 185.000 hingga Rp 350 ribu.

"Saya juga kirim khabar untuk teman-teman Tanggulangin Sidoarjo yang terkena musibah lumpur agar tambah," katanya.

Pasalnya Yusmail mengaku sebelum membuka gerai tokonya pernah bersekolah di Cibaduyut Bandung dan bertemu dengan pengrajin asal Sidoarjo.(ted)

Rabu, 26 Maret 2008

Berusia 98 Tahun Pabrik I PT Semen Padang Dijadikan Museum


www.beritajatim.com
Rabu, 26/03/2008 23:20 WIB
Reporter : Teddy Ardianto

Padang - Pabrik Semen Padang I yang berada di kelurahan Indarung Kecamatan Lubuk Kilangan sekitar 15 Km dari kota Padang dengan ketinggian 200 meter dari permukaan laut akan dijadikan museum setelah ditutup sejak tahun 1999.

Pabrik PT Semen Padang (Semen Gresik Group) I yang mulai berproduksi sejak tahun 18 Maret 1910 merupakan pabrik semen pertama di Indonesia yang didirikan pemerintah kolonial Belanda.

"Pabrik Indarung I atau cikal bakalnya pabrik Semen Padang telah berhenti produksi dan hanya memproduksi jenis-jenis tertentu," kata Drs. E. Irzal, Akt. MBA Direktur Utama PT Semen Padang kepada wartawan media visit PT Semen Gresik, Rabu (26/03/2008).

Dijelaskannya terakhir produksi pabrik mencapai sekitar 400 ribu ton per tahun semen dan diedarkan di seluruh wilayah Sumatera Barat hingga Palembang hingga Pakanbaru.

"PT Semen Padang telah melakukan kerjasama dengan pabrik semen yang berada di Denmark membuat maket meseum sebagai cikal-bakal adanya revolusi industri," katanya.

Dijelaskannya hingga kini PT�Semen Padang dengan empat pabriknya yaitu Indarung II,III,IV dan V terus melakukan optimalisasi kebutuhan semen di wilayah Sumatra.

"Tahun 2008 ini kami menargetkan produksi sekitar 6 juta ton setiap tahun," imbuh E Irzal.

Tahun 2007 lalu kata E Irzal produksi PT Semen Padang mencapai sekitar 5,2 juta ton dan akan ditingkatkan terus-menerus hingga mencapai 7 juta ton.

Hingga saat PT Semen Padang juga telah melakukan eksport ke beberapa negara seperi Srilanka, Timur Tengah, Bangladesh, Afrika hingga Uni Emirat Arab.

"Ekspor ke mancanegara mencapai 1,5 ton melalui pelabuhan Teluk Bayur yang dimiliki PT�Semen Padang," imbuhnya.

Menurut E Irzal dengan mempunyai pelabuhan PT Semen Padang mampu memenuhi kebutuhan semen di wilayah Sumatra maupun negara terdekat.[ted]

Selasa, 15 Januari 2008

Ekonomi Amerika Melemah, Asia Kena Dampak

www.beritajatim.com
Selasa, 15/01/2008 09:38 WIB

Rekomendasi Jatim Investmen Management (JIM)
Reporter : Teddy Ardianto

Surabaya - Market global perdagangan rata-rata masih mengalami penurunan dengan dimotori oleh aksi jual investor pada saham-saham pembiayaan, terkait oleh kekhawatiran meningkatnya kasus gagal bayar akibat pelemahan roda ekonomi.

Sentimen negatif dari perkembangan perekonomian Amerika juga memunculkan kekhawatiran bahwa pelemahan ekonomi Amerika akan memberi dampak negatif terutama pada eksporter dari regional Asia.

Sehingga market regional Asia rata-rata ditutup melemah pada perdagangan kemarin. Harga beberapa komoditas di global market: CPO mixed sejak (9/1) 1.040, Timah penutupan (11/1/2008) 16.158, Nikel penutupan (11/1/2008) 28.380, Emas turun 909,240. Rupiah rebound ke level 9.425.

Minyak mentah pada perdagangan lanjutan melalui fasilitas elektronik Nymex (New Mercantile Exchange), Globex, Senin (14/1/2008), pukul 16:00 WIB, minyak mentah jenis WTI (West Texas Intermediate) untuk penyerahan Februari 2008 tercatat US$93,20 per barel, naik US$0,51 dari harga penutupan sehari sebelumnya. Pada perdagangan Jum™at (11/1), WTI Februari 2008 ditutup US$92,69 per barel.

Stock Exchange Focus

JCI ditutup tergelincir 19,891 poin atau 0,70% dengan volume 4,6M lembar saham senilai IDR7,7T, dengan 55 saham naik, 150 saham turun dan 55 saham unchanged.

Setelah mengalami rally-rally penguatan pada perdagangan pekan kemarin, pada awal pekan ini IHSG ditutup melemah. Hal ini dipicu oleh aksi profit taking investor untuk merealisasikan keuntungan yang sudah didapat.

Aksi jual tersebut pada perdagangan kemarin juga dipengaruhi oleh melemahnya market Asia akibat sentimen negatif dari market global. Sektor infrastruktur menjadi lagging sector setelah investor banyak melakukan penjualan pada sahamsaham dari sektor tersebut, diikuti oleh sektor finasial dan consumer good.

Sentimen dari luar negeri masih mewarnai pergerakan IHSG pada hari ini. Pelemahan ekonomi Amerika akan diikuti pula oleh pelemahan pada market global dan regional Asia. Profit taking masih dimungkinkan akan terjadi dengan tekanan yang terbatas.

Dari grafik teknikal, IHSG masih menguji kekuatan level 2.800an. Dalam jangka menengah, IHSG masih berpeluang menguat dan membentuk range perdagangan baru. Pergerakan IHSG dimungkinkan akan berada pada kisaran 2.798-2.842 (support dan resist). Rekomendasi secara keseluruhan adalah Wait & See Buy (selected Buy pada saham-saham yang mempunyai fundamental solid).[ted]