Minggu, 06/07/2008
Reporter: Bruriy
Editor: Teddy Ardianto
www.beritajatim.com
Surabaya - Proyek RS Dr Soewandhi di jalan Pasar Tambah Rejo meminta tumbal. Taufik (38) warga Jombang tewas tertimpa cor semen.
Kejadian pukul 22.45 WIB korban bersama tiga temannya sedang melakukan pekerjaan pengecoran semen di lantai II.
Saat ngecor di lantai II ada scalfolding untuk melakukan pengecoran di lantai II dengan memuat semen.
Diduga tidak kuat akhirnya dek jebol. Taufik yang sedang meratakan semen akhirnya ikut jatuh ke bawah dan menderita luka di bagian kepala dan kakinya.
Kapolsek Simokerto AKP Adjied membenarkan kejadian tersebut dan sedang melakukan penyelidikan dan korban diambil sedang diambil sidik jari.
"Polisi telah melakukan olah TKP dengan membawa korban ke RS Dr Soetomo," katanya.
Seluruhnya ada tiga orang korban dan dua orang tersebut belum diketahui namanya karena masih meminta keterangan sejumlah saksi.
"Proyek dihentikan sementara dengan meminta sejumlah keterangan dari saksi,'katanya. [ted]
Tampilkan postingan dengan label Politik dan Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik dan Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Minggu, 06 Juli 2008
Senin, 28 April 2008
Komnas HAM Desak Polisi-Jaksa Tuntaskan Kasus Lumpur Panas

www.beritajatim.com
Senin, 28/04/2008 14:58 WIB
Reporter : Teddy Ardianto
Surabaya- Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas-HAM) mendesak kepada polisi dan kejaksaan segera membawa kasus lumpur panas Porong ke pengadilan.
"Kami meminta kepada polisi dan kejaksaan segera mempercepat kasus Lapindo ke pengadilan," kata Syafrudin Ngulma Simeulue anggota Komnas HAM usai bertemu dengan pejabat Polda Jatim, Senin (28/04/2008).
Ditegaskannya kasus ditangani sejak dua tahun lalu tersebut hingga kini masih mengambang dan bolak-bolak dari kepolisian ke kejaksaan.
"Kasus Lapindo saat ini telah menjadi perhatian publik sehingga kedua lembaga penegakan hukum segera melakukan komunikasi agar tidak tersendat-sendat dalam menanganinya," kata Syafrudin.
Diakuinya masih banyak kendala terkait dengan berkas yang bolak-balik karena permintaan jaksa untuk memenuhi pemanggilan sejumlah saksi lagi.
"Kami akui proses pemanggilan saksi memerlukan waktu dan biaya hal itu tidak diketahui oleh masyarakat, namun kami berharap agar secepatnya dilakukan komunikasi di tingkat pimpinan," imbuhnya.
Terkait dengan dorongan dari Komnas, Syafrudin mengakui kedua lembaga menyambut baik dan akan segera menuntaskan kasus tersebut.
"Polda Jatim telah bersungguh-sungguh kasus ini segera selesai," imbuhnya.
Namun demikian Komnas HAM tak bisa melangkahi hukum terkait dengan penyidikan kasus Lapindo dan hanya bisa mendorong saja agar kasusnya cepat tuntas.[ted]
Selasa, 18 Maret 2008
Mutasi Kapolres di Jawa Timur
www.beritajatim.com
Selasa, 18/03/2008 19:40 WIB
Kapolres Sidoarjo, Tuban dan Pasuruan Dimutasi
Reporter : Teddy Ardianto
Surabaya - Gerbong Mutasi jajaran Polres di Wilayah Jawa Timur terus bergerak seiring dengan turunnya telegram rahasia Kapolri No Pol TR/77/III/2008 tentang mutasi.
Dalam TR tersebut disebutkan Kapolres Sidoarjo AKBP Drs Adnas diangkat menjadi Waka Polwil Besuki menggantikan AKBP Drs Erwin Azhar Siregar yang diangkat menjadi Direktur Narkoba Polda Kalbar.
Sementara jabatan baru Kapolres Sidoarjo akan dipegang oleh AKBP Drs Maruli CC Simanjuntak yang saat ini menjadi Kapolres KP3 Tanjung Perak.
Jabatan Kapolres Tanjung Perak akan ditempati oleh AKBP Gagas Nugraha SH yang sebelumnya menjabat sebagai penyidik Unit V Bareskrim Mabes Polri.
Kapolres Tuban AKBP Bambang Priyambadha juga terkena mutasi dan dipindah di ke mabes Polri sebagai Kasubbag Binlat Bag Opslat Bareskrim Polri. Kapolres Tuban akan diisi Kapolresta Pasuruan AKBP Drs Jebul Jatmoko.
Sedangkan Kapolresta Pasuruan akan diisi oleh AKBP Herry Sitompul yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Sumbawa Barat Polda NTB.
Sebelumnya Kapolres Batu AKBP Juansih akan menduduki pos baru sebagai Wakapolwil Bojonegoro.
Informasi mutasi tersebut dibenarkan Kasubbag Bina Mitra Polwil Bojonegoro, Kompol Dodik Eko Wijayanto. Dodik mengatakan, rencananya serah terima jabatan (sertijab) akan dilakukan minggu depan. "Memang benar Pak Waka saat ini akan digantikan oleh Bu Juansih yang sebelumnya bertugas di Batu," kata Dodik, Selasa (18/03/2008). [ted]
Selasa, 18/03/2008 19:40 WIB
Kapolres Sidoarjo, Tuban dan Pasuruan Dimutasi
Reporter : Teddy Ardianto
Surabaya - Gerbong Mutasi jajaran Polres di Wilayah Jawa Timur terus bergerak seiring dengan turunnya telegram rahasia Kapolri No Pol TR/77/III/2008 tentang mutasi.
Dalam TR tersebut disebutkan Kapolres Sidoarjo AKBP Drs Adnas diangkat menjadi Waka Polwil Besuki menggantikan AKBP Drs Erwin Azhar Siregar yang diangkat menjadi Direktur Narkoba Polda Kalbar.
Sementara jabatan baru Kapolres Sidoarjo akan dipegang oleh AKBP Drs Maruli CC Simanjuntak yang saat ini menjadi Kapolres KP3 Tanjung Perak.
Jabatan Kapolres Tanjung Perak akan ditempati oleh AKBP Gagas Nugraha SH yang sebelumnya menjabat sebagai penyidik Unit V Bareskrim Mabes Polri.
Kapolres Tuban AKBP Bambang Priyambadha juga terkena mutasi dan dipindah di ke mabes Polri sebagai Kasubbag Binlat Bag Opslat Bareskrim Polri. Kapolres Tuban akan diisi Kapolresta Pasuruan AKBP Drs Jebul Jatmoko.
Sedangkan Kapolresta Pasuruan akan diisi oleh AKBP Herry Sitompul yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Sumbawa Barat Polda NTB.
Sebelumnya Kapolres Batu AKBP Juansih akan menduduki pos baru sebagai Wakapolwil Bojonegoro.
Informasi mutasi tersebut dibenarkan Kasubbag Bina Mitra Polwil Bojonegoro, Kompol Dodik Eko Wijayanto. Dodik mengatakan, rencananya serah terima jabatan (sertijab) akan dilakukan minggu depan. "Memang benar Pak Waka saat ini akan digantikan oleh Bu Juansih yang sebelumnya bertugas di Batu," kata Dodik, Selasa (18/03/2008). [ted]
Rabu, 13 Februari 2008
Noordin M Top Dikabarkan Tertangkap
www.beritajatim.com
Rabu, 13/02/2008 20:38 WIB
Puluhan Wartawan Serbu Densus 88 Polda Jatim
Reporter : Teddy Ardianto
Surabaya - Informasi tertangkapnya gembong teroris Noordin M Top
membuat sejumlah wartawan media cetak dan elektronik di Surabaya saat
ini nyanggong di gedung Densus 88 Anti Teror Polda Jatim.
Puluhan wartawan menyanggong gedung tersebut sejak pukul 08.30 WIB
meminta kepastian apakah pentolan teroris Noordin M Top benar-benar
ditangkap di Kota Bondowoso.
"Kami mendapat khabar dari Jakarta Polda menangkap Noordin di
Bondowoso," kata Hari Tambahyong reporter TPI sambil menunggu
konfirmasi penangkapan tersebut.
Hal senada juga dialami oleh Jon Wisnu Reporter Radio Suara Mitra
Polda Jatim yang dikontak sejumlah reporter di Surabaya terkait dengan
penangkapan salah seorang gembong teroris yang paling dicari di Asia
Tenggara.
"Sejumlah reporter banyak yang bertanya dan datang menanyakan
kepastian tapi hingga kini belum ada," kata Jon Wisnu yang juga
Koordinator Pokja Polda.
Sementara itu berhembus khabar malam ini salah seorang sopir Norrdin M
Top akan dibawa ke Polda Jatim untuk diminta keterangan membuat
puluhan wartawan tetap nyanggong.
Terpisah Kadensus 88 Polda Jatim Kombes Pol Oerip Soebagyo membantah
telah menangkap salah seorang gembong teroris Noordin M Top. "Belum
belum ada...kata siapa suah tertangkap," kata Oerip Soebagyo balik
bertanya saat dikonfirmasi, Rabu (13/02/2008) .
Rabu, 13/02/2008 20:38 WIB
Puluhan Wartawan Serbu Densus 88 Polda Jatim
Reporter : Teddy Ardianto
Surabaya - Informasi tertangkapnya gembong teroris Noordin M Top
membuat sejumlah wartawan media cetak dan elektronik di Surabaya saat
ini nyanggong di gedung Densus 88 Anti Teror Polda Jatim.
Puluhan wartawan menyanggong gedung tersebut sejak pukul 08.30 WIB
meminta kepastian apakah pentolan teroris Noordin M Top benar-benar
ditangkap di Kota Bondowoso.
"Kami mendapat khabar dari Jakarta Polda menangkap Noordin di
Bondowoso," kata Hari Tambahyong reporter TPI sambil menunggu
konfirmasi penangkapan tersebut.
Hal senada juga dialami oleh Jon Wisnu Reporter Radio Suara Mitra
Polda Jatim yang dikontak sejumlah reporter di Surabaya terkait dengan
penangkapan salah seorang gembong teroris yang paling dicari di Asia
Tenggara.
"Sejumlah reporter banyak yang bertanya dan datang menanyakan
kepastian tapi hingga kini belum ada," kata Jon Wisnu yang juga
Koordinator Pokja Polda.
Sementara itu berhembus khabar malam ini salah seorang sopir Norrdin M
Top akan dibawa ke Polda Jatim untuk diminta keterangan membuat
puluhan wartawan tetap nyanggong.
Terpisah Kadensus 88 Polda Jatim Kombes Pol Oerip Soebagyo membantah
telah menangkap salah seorang gembong teroris Noordin M Top. "Belum
belum ada...kata siapa suah tertangkap," kata Oerip Soebagyo balik
bertanya saat dikonfirmasi, Rabu (13/02/2008) .
Rabu, 30 Januari 2008
Polda Anggap Penembakan Sampang Hanya Kasuistis
www.beritajatim.com
Rabu, 30/01/2008 15:45 WIB
Polisi Ditembak Istrinya Sampai Mati
Reporter : Teddy Ardianto
Surabaya - Penggunaan senjata api yang membuat Brigadir Harmoko dan istrinya Yunita Kusumayanti tewas bukan merupakan kesalahan prosedur atau kesalahan sistem namun sebagai kasus biasa saja.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Pudji Astuti menjelaskan saat ini Polres Sampang telah melakukan penanganan secara maksimal dengan melakukan olah TKP.
"Jangan digeneralisir bahwa hal tersebut adalah kesalahan anggota namun hanya kasuistis saja yang dimulai dari peristiwa cek cok suami istri," kata Pudji Astuti, Rabu (30/01/2008).
Apalagi selama ini Brigadir Harmoko telah lulus ujian tes psikologis sehingga berhak menggunakan senjata api yang dimilikinya tersebut namun karena dimulai cek-cek terjadilah peristiwa penembakan itu.
"Saat ini motifnya sedang didalami," kata Pudji Astuti.
Sementara itu dari laporan Polda Jatim diduga Brigadir Harmoko lebih dulu tewas setelah istrinya merebut pistol milik suaminya.
Hal itu terungkap dari olah TKP di lapangan Brigadir Harmoko tewas dengan luka di bagian pelipis kiri dan tembus kepla bagian kanan.Padahal Brigadir Harmoko bukan Kidal.
Sedangkan istrinya Yunita Kusumayanti mengalami luka di bagian pelipis kanan dan tembus kepala bagian atas bagian kiri, selain itu posisi terakhir pistol berada di tangannya.
Polisi juga mengamankan barang bukti di TKP yaitu senjata revolver standar polri dan empat peluru yang masih sisa di dalam senjata tersebut, selain itu ada dua proyektil yang ditemukan.[ted]
Rabu, 30/01/2008 15:45 WIB
Polisi Ditembak Istrinya Sampai Mati
Reporter : Teddy Ardianto
Surabaya - Penggunaan senjata api yang membuat Brigadir Harmoko dan istrinya Yunita Kusumayanti tewas bukan merupakan kesalahan prosedur atau kesalahan sistem namun sebagai kasus biasa saja.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Pudji Astuti menjelaskan saat ini Polres Sampang telah melakukan penanganan secara maksimal dengan melakukan olah TKP.
"Jangan digeneralisir bahwa hal tersebut adalah kesalahan anggota namun hanya kasuistis saja yang dimulai dari peristiwa cek cok suami istri," kata Pudji Astuti, Rabu (30/01/2008).
Apalagi selama ini Brigadir Harmoko telah lulus ujian tes psikologis sehingga berhak menggunakan senjata api yang dimilikinya tersebut namun karena dimulai cek-cek terjadilah peristiwa penembakan itu.
"Saat ini motifnya sedang didalami," kata Pudji Astuti.
Sementara itu dari laporan Polda Jatim diduga Brigadir Harmoko lebih dulu tewas setelah istrinya merebut pistol milik suaminya.
Hal itu terungkap dari olah TKP di lapangan Brigadir Harmoko tewas dengan luka di bagian pelipis kiri dan tembus kepla bagian kanan.Padahal Brigadir Harmoko bukan Kidal.
Sedangkan istrinya Yunita Kusumayanti mengalami luka di bagian pelipis kanan dan tembus kepala bagian atas bagian kiri, selain itu posisi terakhir pistol berada di tangannya.
Polisi juga mengamankan barang bukti di TKP yaitu senjata revolver standar polri dan empat peluru yang masih sisa di dalam senjata tersebut, selain itu ada dua proyektil yang ditemukan.[ted]
Jumat, 18 Januari 2008
Dor...Perampok Pecatan TNI Ditembak Mati

www.beritajatim.com
Jumat, 18/01/2008 19:12 WIB
Surabaya - Genderang perang terhadap pelaku perampokan langsung ditabuh Polisi. Usai Kapolda Jatim memberikan statement tembak di tempat. Polwiltabes langsung bergerak.
Pria bertato itu bernama Kopral alias Hariyanto pecatan TNI pelaku perampokan yang sering melakukan aksinya di Surabaya selama 11 kali langsung roboh diterjang peluru petugas Idik I Polwiltabes Surabaya di jalan Raya Tarik Sidoarjo.
Saat ini jenazah Kopral sedang dilotopsi di kamar jenazah RSUD Dr Soetomo Surabaya, sementara dua pelaku lainnya saat ini sedang dikeler polisi menunjukkan tempat persebunyian teman-teman lainnya.
Kapolwiltabes Surabaya Kombes Pol Anang Iskandar menjelaskan pelaku yang bernama Kopral ditembak mati karena berusaha menabrak polisi saat ditangkap.
"Pengejaran sudah lama kami lakukan, komplotan ini sudah dintai sejak lama karena melakukan aksinya di 11 tempat," kata Anang Iskandar ditemui saat melihat kondisi jenazah di RSUD Dr Soetomo Surabaya, Jumat (18/01/2008).
Sementara dua orang tersangka lainnya belum bisa disebut karena masih menjari jaringan lainnya yang saat ini terus dikejar. Menurut saksi berinisial MA pelaku yang ditembak mati pernah dilihat saat melakukan aksinya di Alfamart Wiyung. [ted]
Reporter : Jajeli Rois
Editor : Teddy Ardianto
Tensi Perampokan Naik, Kapolda Perintah Tembak
www.beritajatim.comJumat, 18/01/2008 13:57 WIB
Reporter: Teddy Ardianto
Surabaya - Maraknya aksi perampokan yang terjadi di Surabaya membuat Kapolda Jatim Irjen Pol Herman Suryadi Sumawiredja menjadi geram dan meminta aparatnya sigap.
Dalam seminggu ini sejumlah aksi perampokan di Surabaya sudah beberapa kali terjadi termasuk terakhir di Sidosermo Airdas pelaku gagal membawa kabur Rp 80 juta.
Bahkan korban percobaan perampokan Toni Haryono Candrawinata (54) warga Darmo Permai Selatan, Tandes, Surabaya saat ini masih terbaring di ruang ICU RS Dr Soetomo Surabaya akibat sayatan golok.
"Kalau sudah meresahkan kami perintahkan untuk tembak di tempat," kata Irjen Pol Herman Suryadi Sumawiredja usai Shalat Jum'at di masjid Polda Jatim, Jumat (18/01/2008).
Ditegaskan tim buru sergap dari Polda Jatim saat ini juga tengah dikerahkan untuk memmburu sejumlah pelaku perampokan yang mulai meningkat akhir-akhir ini.
[ted]
Senin, 07 Januari 2008
Suap DPRD Surabaya Rp 250 Juta
www.beritajatim.com
Senin, 07/01/2008 19:01 WIB
Polda Jatim Periksa Sekkota Surabaya
Reporter : Teddy Ardianto
Surabaya - Diam-diam Satuan Pidana Korupsi Polda Jatim sedang melakukan pemeriksaan dan penyelidikan dugaan suap Rp 250 juta Pemkot Surabaya kepada anggota DPRD Surabaya untuk meloloskan APBD tahun 2008.
Direktur Reserse Kriminal Polda Jatim Kombes Pol Rusli Nasution membenarkan sedang melakukan penyelidikan terkait laporan informasi suap APBD Kota kepada anggota DPRD Surabaya.
"Saat ini masih mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket) sejumlah saksi dan belum masuk ke tahap penyidikan," tandas Rusli Nasution, Senin (7/01/2007).
Dijelaskan Polda masih mengumpulkan sejumlah keterangan termasuk memanggil Sekretaris Kota Surabaya Sukamto Hadi beberapa waktu lalu. "Jumat lalu (4/01/2008) kami telah memanggilnya namun masih sebatas sebagai saksi," kata Rusli.
Dijelaskannya saat itu pemeriksaan dimulai pukul 09.00 WIB-11.30 WIB dengan dicecar pertanyaan terkait kucuran dana suap kepada anggota DPRD Surabaya senilai Rp 250 juta.
Menurut Sumber beritajatim.com sejumlah anggota dewan rencananya juga akan dipanggil sayangnya masih menunggu surat ijin dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.[ted]
Senin, 07/01/2008 19:01 WIB
Polda Jatim Periksa Sekkota Surabaya
Reporter : Teddy Ardianto
Surabaya - Diam-diam Satuan Pidana Korupsi Polda Jatim sedang melakukan pemeriksaan dan penyelidikan dugaan suap Rp 250 juta Pemkot Surabaya kepada anggota DPRD Surabaya untuk meloloskan APBD tahun 2008.
Direktur Reserse Kriminal Polda Jatim Kombes Pol Rusli Nasution membenarkan sedang melakukan penyelidikan terkait laporan informasi suap APBD Kota kepada anggota DPRD Surabaya.
"Saat ini masih mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket) sejumlah saksi dan belum masuk ke tahap penyidikan," tandas Rusli Nasution, Senin (7/01/2007).
Dijelaskan Polda masih mengumpulkan sejumlah keterangan termasuk memanggil Sekretaris Kota Surabaya Sukamto Hadi beberapa waktu lalu. "Jumat lalu (4/01/2008) kami telah memanggilnya namun masih sebatas sebagai saksi," kata Rusli.
Dijelaskannya saat itu pemeriksaan dimulai pukul 09.00 WIB-11.30 WIB dengan dicecar pertanyaan terkait kucuran dana suap kepada anggota DPRD Surabaya senilai Rp 250 juta.
Menurut Sumber beritajatim.com sejumlah anggota dewan rencananya juga akan dipanggil sayangnya masih menunggu surat ijin dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.[ted]
Selasa, 01 Januari 2008
Alamak...Ratusan ABG Antri Chek In di Hotel

www.beritajatim.com
Selasa, 01/01/2008 01:35 WIB
Tahun Baru 2008
Reporter : Teddy -Arif
Surabaya - Seperti tahun-tahun sebelumnya setelah puas berkeliling kota merayakan tahun baru ratusan ABG berlainan jenis terlihat memadati Hotel short time di sejumlah tempat yang biasa digunakan untuk tempat esek-esek.
Mereka tanpa sungkan terlihat berboncengan dan berpelukan menunggu pasangan lain yang telah membuang hajat di dua Hotel melati delapan jaman di Hotel Puspa Sari dan Hotel Legian.
Namun ada juga yang tidak betah menunggu pasangan untuk chek in sejumlah pasangan ABG langsung pindah dan menuju ke pantai Ria yang saat ini juga penuh dengan pasangan muda-mudi yang dimabuk asmara.
Pantauan beritajatim.com di lokasi suasana masih ramai karena sejumlah ABG berkelompok dan membawa pasangannya masing-masing menghabiskan malam pergantian tahun.
"Kami ingin menikmati pergantian tahun dengan pasangan. Hari ini orangtua memberi kebebasan," ungkap Mawar saat ditanya kedatangan bersama pasangannya itu, Selasa (01/01/2008).
Tidak hanya di dua tempat itu, puluhan pasangan juga langsung masuk hotel di tempat lainnya seperti Bintang, Malibu dan Pondok Hijau.
Sementara suasana kota Surabaya terutama di depan Grahadi sudah berangsur-angsur sepi setelah sebelumnya ramai dan padat oleh arus kendaraan yang merayakan tahun baru.[ted]
Teks Foto - Ratusan ABG merayakan tahun baru di Pusat Kota Surabaya perempatan air mancur Jalan Yos Sudarso- Panglima Sudirman- Gubernur Suryo- Jalan Pemuda, Selasa (01/01/2008)
Senin, 31 Desember 2007
Setelah Diberitakan Heli TNI-AL Datang

www.beritajatim.com
Senin, 31/12/2007 11:47 WIB
"Kami Tak Butuh Mie Pak....Perahu Pak Cepat...."!
Reporter : Teddy Ardianto
Bojonegoro - Setelah diberitakan terisolasi Heli TNI-AL datang namun bukan malah mengevakuasi warga hanya melemparkan satu kardus mie kepada warga yang mulai penat untuk mengungsi.
"Pak tadi sudah ada heli TNI datang tapi hanya melempar satu kardus mie....kami hanya butuh perahu mengakut warga. Makanan belakangan Pak ....Ini ada anak-anak juga," kata Yusuf warga kauman yang masih bertahan di atas genting .
Dijelaskannya jika tidak segera dievakusi maka tidak tahu apakah kondisi warga akan selamat karena disekeliling Desa sudah menjadi lautan apalagi jaraknya sekitar 20 Km dari lokasi.
"Tolong Pak....Cepat Pak ini ada anak-anak," keluh Yusuh saat dihubungi beritajatim.com, Senin (31/12/2007).[ted]
Ratusan Warga Bojonegoro Masih di Genting

Senin, 31/12/2007 10:56 WIB
"Saya Butuh Perahu Pak .....Air Meninggi !"
Reporter : Teddy Ardianto
Bojonegoro - "Pak Saya butuh bantuan perahu Pak, air mulai meninggi," ujar Yusuf warga Desa Kauman Kecamatan Baureno Bojonegoro sambil sesenggukan menangis ketika dihubungi beritajatim.com melalui ponsel, Senin (31/12/2007)Pukul 09.30 WIB.
Yusuf dan sejumlah warga lainnya kini terjebak banjir karena rumahnya sudah mulai terendam air hingga atap rumah, sejumlah warga kini juga mulai was-was karena ombak air semakin besar.
"Pokoknya kami butuh bantuan perahu tadi ada warga yang menaiki rumah kemudian rubuh," kata Yusuf sambil mengontak sejumlah keluarganya di Surabaya.
Menurut Yusuf jarak menuju ke tempat yang lebih tinggi atau jalan raya paling dekat adalah 10 Km sedangkan terjauh 20 Km.
"Warga kebanyakan tidak bisa berenang sejauh itu," katanya.
Bahkan sejumlah warga kini ada yang belum makan selama dua hari karena masih terjebak dengan air yang semakin meninggi.
Hingga kini belum ada tim evakuasi yang datang, sejumlah relawan masih konsentrasi di tempat lain yang juga sedang dilakukan evakuasi oleh Tim Sar dan Basarnas Pemprop Jatim.[ted]
Sabtu, 29 Desember 2007
Ribuan Warga Ngawi Terisolir

www.beritajatim.com
Sabtu, 29/12/2007 01:09 WIB
Reporter : Teddy Ardianto
Ngawi - Kota Ngawi benar-benar terisolir setelah air Bengawan Solo dan Bengawan Madiun mengepung kota hingga membuat sejumlah akses jalan dipenuhi pengungsi.
Bahkan warga Watualang telah memenuhi jalan Ngawi-Solo yang terkena luapan air Bengawan Solo,sementara terminal Ngawi juga telah ditutup setelah terkena luapan air dari Kecamtan Klitik.
"Terminal Beran Ngawi sudah tenggelam bahkan perumahan juga terkena imbasnya," kata Bambang Setyo warga perumahan Beran Ngawi saat dihubungi beritajatim.com, Sabtu (29/12/2007).
Sementara air yang menggenangi RSUD Ngawi hingga kini masih tinggi serta sejumlah rumah di Jl PB Sudirman air belum surut hingga warga banyak yang mengungsi.
Di Kecamatan Geneng Ngawi sejumlah warga masih bertahan di genting rumah karena hingga saat ini belum dievakuasi. bahkan tim evakuasi malah memungut tarif sekali angkut hingga Rp 2 juta.
Hingga kini Pemerintah belum mengirimkan sejumlah bantuan bagi pengungsi yang memenuhi jalan di Watualang Ngawi maupun di Kecamatan Geneng.[ted]
Kamis, 20 Desember 2007
Gereja Katolik AlGonz Ikut Rayakan Idul Adha

www.beritajatim.com
Kamis, 20 Desember २००९.
Reporter : Teddy Ardianto
Surabaya - Tidak hanya umat muslim saja yang melakukan penyembelihan hewan qurban dan membagi-bagikan kepada fakir miskin. Gereja Katolik Aloysius Gonzaga Darmo Satelit juga menyembelih dan membagikan hewan qurban.
"Pemberian hewan qurban bentuk solidaritas umat Gereja kepada umat Muslim," kata Romo Eko Budi Pastor Katedral Surabaya , Kamis (20/12/2007).
Menurutnya pembagian hewan qurban yang diselenggarakan hari ini sebagai bagian dari solidaritas kepada sesama yang miskin dan papa.
"Filosofi Gereja juga disebut amal untuk orang miskin dan terpinggirkan," tegas Romo Eko.
Ditambahkannya selain bersolidaritas kepada fakir miskin kegiatan Gereja Katolik Algonz sebagai sarana dialog dengan umat Muslim dan warga sekitar.
Dalam penyembelihan hewan qurban ini gerja Algonz menyembelih satu buah sapi dan sejumlah ekor kambing yang dibagikan kepada warga.
"Kegiatan ini sudah kami lakukan beberapa tahun sebelumnya dan warga masyrakat mendapat kupon kemudian mebagikan melalui ketua RW dan RT," katanya.
Selain di Aloysius Gonzaga warga Katolik lainnya yang membagikan hewan qurban adalah gereja Katolik Yohanes Pembatis di jalan Gadung Wonokromo.[ted]
Senin, 19 November 2007
Wajah Billboard Soenarjo Dilempari Cat
| Senin, 19/11/2007 09:37 WIB |
| www.beritajatim.com Reporter : Teddy Ardianto |
| Fotografer : Anas Pandu Gunawan |
Surabaya - Mendekati Pilgub Jatim suhu politik mulai meningkat saja. Sejumlah poster gambar calon Gubernur Soenarjo dilempari cat hitam hingga tulisan kampanye pendidikan gratis, lapangan kerja dan modal usaha kecil dengan tema gerakan membangun Jawa Timur menjadi buram. Poster yang dilempari cat l warna hitam dan coklat tersebut tidak hanya satu lokasi saja namun merata di sejumlah lokasi yaitu dekat bundaran Dolog jalan A Yani, Pom Bensin Bundaran Aloha dan diJalan Ratna. Sudah hampir dua minggu ini poster gambar Calon Gubernur Jatim ini menghitam karena ada cat berada di baliho dengan ukuran 2X3 meter tersebut. Belum diketahui siapakah yang melempari cat hitam tersebut namun yang jelas terkait dengan persaingan kursi calon Gubernur yang akan berlangsung Juni 2008 nanti. "Poster ini sudah seminggu mas dilempari cat, mereka malam-malm naik dan mengecat gambar tersebut," ungkap salah seorang warga di sekitar bundan Dolog. Pihak intelijen kepolisian menduga ada beberapa pihak yang sedang memancing situasi hingga kondisi Jawa Timur menjadi rawan.[ted] |
Minggu, 30 September 2007
Gonjang-Ganjing Gunung Kelud
| www.beritajatim.com Minggu, 30/09/2007 15:35 WIB |
| Siaran Pers Mbah Ronggo: Gunung Kelud Tak Meletus |
Kediri - Mbah Ronggo alias Warsita, Juru Kunci Gunung Kelud terlihat bersemedi meminta wangsit kepada yang maha kuasa apakah gunung yang meletus 1990 akan meletus kembali. Ditemui beritajatim.com di pesanggrahannya Mbah Ronggo nampak santai dan bersemedi meminta petunjuk agar keputusannya akan disiarkan kepada penduduk sekitar. Menurutnya ketika sebelum larung sesaji tanggal 9 Septermber 2007 lalu pernah diajak dengan musyawarah tim pamantau karena suhu kawah Gunung Kelud sudah mulai naik. "Saya waktu itu sudah menyampaikan kepada Tim Pemantau Gunung Kelud meski suhu sudah naik namun belum tentu akan meletus, karena pernyataan Tim pemantau bisa menggegerkan warga sekitar," kata Mbah Ronggo, Minggu (30/09/2007). Sementara itu Umar Rosadi ketua tim PMVB menyatakan meletus atau ntidak itu tidak bisa diperkirakan namun dia melihat dari data di pos pemantauan. "Gejala-gejala meletus sudah nampak, suhu, kegempaan, unsur kimia air naik dan menunjukkan adanya perubahan, " terangnya. Dijelaskannya mulai pukul 00.00 WIB hingga 12.00 WIB tadi mlam hingga siang sudah ada tiga kali gempa vulkanik dalam dengan suhu air 36 derajad selsius. "Warna air kawah putih meluas dan biru hijaunya menjadi sedikit," katanya. Hingga siang ini tim tidak berani naik ke kawah Gunung Kelud karena perubahan status dari waspada menjadi siaga dan hanya memantau di pos pemantauan. Sayangnya Kamera CCTV yang sudah terpasang beberapa waktu lalu hingga kini belum bisa dipergunakan hingga tim belum bisa memantau Gunung Kelud sehingga mereka mengandalkan data-data seperti biasanya.[ted] Editor : Teddy Ardianto Reporter: Asmaul Chusna |
Rabu, 19 September 2007
Hotel Esek-esek Kenjeran Digerebek
Rabu, 19 September 2007
Surabaya- Sebanyak empat orang pasangan yang sedang berbuat mesum di hotel melati Kenjeran dan kawasan Surabaya Timur digerebek aparat kepolisian Polres Surabaya Timur, Selasa (18/09/2007) siang.
Beberapa hotel di kawasan Kenjeran yang digerbek polisi yaitu Hotel Puspa Sari, Kenjeran, Sampoerno Jalan Kaliwaron, dan Hotel Legian, Kenjeran. Dari penggrebekan ini polisi berhasil menjaring empat pasangan mesum.
Kabag Binamitra Polres Surabaya Timur, AKP Rakidi, kepada wartawan, Selasa (18/9/2007), mengatakan penggrebekan ini dilakukan untuk menidaklanjuti laporan dari masyarakat adanya pasangan mesum yang melakukan aksinya disiang hari di bulan puasa.
Awalnya petugas melakukan penyisiran di kawasan Pantai Ria Kenjeran Surabaya. Namun, polisi tidak menemukan pasangan mesum sama sekali. Kemudian, polisi melakukan penyisiran di beberapa hotel di kawasan kenjeran, seperti di Hotel Puspa Sari.
Di Hotel ini, polisi menemukan dan menjaring empat pasangan mesum. Mereka adalah Doni Hendro (24) warga Jalan Kalilom Lor III bersama psangannya, Aries Fitria Ulfa (21) Warga jalan Jepara.
Rudi Hartono (29) warga Dusun Sendang AGung, Pamolan, Lamongan, duet bersama, Kaminem (31) warga Dusun Dargo, Lamongan.
Ratno Jatmiko (26) warga Pamekasan dan pasangan mesumnya, Sarmini (29) wanita asal Madiun serta pasangan mesum lainnya, yakni Nurul Yaqin (24) warga Dana Karya dan Amalia (24) warga Sidotopo Wetan.
"Saat kami mintai keterangan, mereka tidak dapat menujukkan surat bukti nikah yang sah," ujar AKP Rakidi, Selasa (18/9/2007).
Rakidi mengatakan empat pasangan mesum yang terjaring dalam operasi tersebut, tidak ditetapkan sebagai tersangka. "Kita hanya melakukan pembinaan dan mereka kami minta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya," katanya.
Polisi juga melakukan penggrebekan di Hotel Sampoerno dan Hotel Legian. Namun, polisi tidak menemukan pasangan mesmu lainnya. "Kita akan terus melakukan razia di beberapa hotel dalam bulan puasa ini," pungkasnya.[roi/ted][beritajatim]
Surabaya- Sebanyak empat orang pasangan yang sedang berbuat mesum di hotel melati Kenjeran dan kawasan Surabaya Timur digerebek aparat kepolisian Polres Surabaya Timur, Selasa (18/09/2007) siang.
Beberapa hotel di kawasan Kenjeran yang digerbek polisi yaitu Hotel Puspa Sari, Kenjeran, Sampoerno Jalan Kaliwaron, dan Hotel Legian, Kenjeran. Dari penggrebekan ini polisi berhasil menjaring empat pasangan mesum.
Kabag Binamitra Polres Surabaya Timur, AKP Rakidi, kepada wartawan, Selasa (18/9/2007), mengatakan penggrebekan ini dilakukan untuk menidaklanjuti laporan dari masyarakat adanya pasangan mesum yang melakukan aksinya disiang hari di bulan puasa.
Awalnya petugas melakukan penyisiran di kawasan Pantai Ria Kenjeran Surabaya. Namun, polisi tidak menemukan pasangan mesum sama sekali. Kemudian, polisi melakukan penyisiran di beberapa hotel di kawasan kenjeran, seperti di Hotel Puspa Sari.
Di Hotel ini, polisi menemukan dan menjaring empat pasangan mesum. Mereka adalah Doni Hendro (24) warga Jalan Kalilom Lor III bersama psangannya, Aries Fitria Ulfa (21) Warga jalan Jepara.
Rudi Hartono (29) warga Dusun Sendang AGung, Pamolan, Lamongan, duet bersama, Kaminem (31) warga Dusun Dargo, Lamongan.
Ratno Jatmiko (26) warga Pamekasan dan pasangan mesumnya, Sarmini (29) wanita asal Madiun serta pasangan mesum lainnya, yakni Nurul Yaqin (24) warga Dana Karya dan Amalia (24) warga Sidotopo Wetan.
"Saat kami mintai keterangan, mereka tidak dapat menujukkan surat bukti nikah yang sah," ujar AKP Rakidi, Selasa (18/9/2007).
Rakidi mengatakan empat pasangan mesum yang terjaring dalam operasi tersebut, tidak ditetapkan sebagai tersangka. "Kita hanya melakukan pembinaan dan mereka kami minta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya," katanya.
Polisi juga melakukan penggrebekan di Hotel Sampoerno dan Hotel Legian. Namun, polisi tidak menemukan pasangan mesmu lainnya. "Kita akan terus melakukan razia di beberapa hotel dalam bulan puasa ini," pungkasnya.[roi/ted][beritajatim]
Sabtu, 08 September 2007
Wartawan Senior Surabaya Gagalkan Ibu Bunuh Diri
| Sabtu, 08/09/2007 09:00 WIB |
| Percobaan Bunuh Diri di Apartemen Graha Famili |
| Dirayu Pimred beritajatim.com, Yeni Urung Bunuh Diri |
| Reporter : Teddy Ardianto |
Surabaya-Yeni Suryansyah (bukan Yuni Suryansyah), warga Kabupaten Berau, Kaltim akhirnya menyudahi rencana bunuh diri terjun bebas dari lantai 6 Apartemen Graha Famili di Kota Surabaya. Dia sempat bergelantungan sekitar 3,5 jam di pagar teras kamar 606 apartemen tersebut. Luluhnya sikap Yeni untuk tak melakukan aksi bunuh diri dengan cara terjun bebas dari lantai 6 Apartemen Graha Famili selain ada jaminan polisi tak akan menangkapnya, juga karena pendekatan yang dilakukan pengacaranya, Sudiman Sidabuke dan Pimred www.beritajatim.com yang kebetulan meliput langsung kejadian itu di lapangan. "Saya haturkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan Mas Dwi Eko Lokononto untuk menyelamatkan Bu Yeni," ujar Sudiman Sidabuke di lokasi kejadian, Sabtu (c8/9/2007) pagi. Lucky Lokononto --panggilan akrab Dwi Eko Lokononto--terlibat langsung dalam proses negoisasi dan penyelamatan Yeni setelah diminta Sudiman Sidabuke dan Wahyuono Adi Paripurno (teman Yeni). "Mas, tolong naik ke lantai 6. Mungkin dengan jaminan wartawan, Yeni mau mengurungkan niat bunuh diri," kata Wahyuono melalui telepon saat meminta Lucky membantu merayu Yeni. Lucky pun langsung naik ke kamar 606 Apartemen Graha Famili. Selanjutnya, orang pertama di portal beritajatim.com ini berbicara dengan Yeni dari jarak sekitar 4 meter. Dengan tutur kata lembut, Lucky meminta Yeni mengurungkan niatnya bunuh diri. "Ayo, mbak jangan melompat. Kasihan adik --maksudnya, anak Yeni yang bernama Anny Suhartono, Red--. Ini sudah ada Pak Nasri --AKPB Nasri, Kasat Pidana Umum POlda Jatim, Red-- yang menjamin tak akan menangkapnya. Insya Allah tak akan ada apa-apa," kata Lucky. Nasri yang ada di dalam kamar dengan sabar juga meyakinkan bahwa dirinya menjamin, Yeni aman hingga terbang ke Jakarta. Meski sudah dirayu dan dijamin seperti itu, Yeni tidak juga luluh. Ibu satu anak itu juga menolak ketika ditawari minum oleh AKPB Nasri. Ia tidak mau menerima saat aparat yang juga sangat sabar mengukurkan gelas. "Saya tetap minta jaminan keadilan pak. Pak Wartawan, tolong jangan saya dikalahkan. Kalau tidak pada polisi kemana lagi saya minta keadilan. Tolong saya diteleponkan Propam Mabes Polri," kata Yeni. Di tengah ketegangan itu, Wahyuono Adi Paripurno --seorang teman Yeni, Red-- menghubungi pihak Mabes Polri menemui hasil. Namun Yeni menolak bicara langsung. Ia meminta Nasri berbicara dengan orang dari Mabes Polri dan mengucapkan janji adanya jaminan keamanan. Sambil terus menangis, Yeni akhirnya bersedia bicara dengan orang dari Propam Mabes Polri itu dari telepon yang diulurkan AKPB Nasri. "Pak, kasus saya telah di SP3, tapi mengapa saya masih dikejar-kejar polisi. Bapak bisa tidak memberi jaminan keamanan, kalau tidak saya akan loncat," kata Yeni sambil berteriak. Mendengar hal itu, telepon dari seberang meminta Yeni tidak bunuh diri. "Jangan Bu Yeni, jangan bunuh diri. Biarlah aparat menangani masalah ibu," kata orang dari Mabes Polri itu. Setelah emosi Yeni mereda, Lucky mulai membujuk Yeni untuk naik ke teras apartemen. "Sudah ya Mbak Yeni. Ini sudah lebih dari 2 jam. Mbak pasti kepanasan. Nanti kalau lemas pasti berbahaya. Sudah ya, naik ke sini," kata Lucky. Tak berselang lama, Yeni sadar dan menyatakan tak akan terjun bebas dari lantai 6 Apartemen Graha Famili. Tapi, ada syarat yang diminta Yeni, yakni Lucky diminta ikut mengantarnya ke Bandar Udara Juanda Surabaya, karena dia akan berangkat ke Jakarta mengurus masalahnya. Yeni juga meminta Lucky Lokononton bersumpah menepati janji untuk mengantar ke Juanda. "Mas wartawan, tolong bersumpah demi Tuhan, Anda akan mengantar saya hinngga Bandara Juanda," kata Jeni dalam isak tangisnya. "Akhirnya dengan seijin pihak kepolisian dan pihak lainnya, saya mengangkat Yeni dari pinggir pagar teras apartemennnya," tambah Lucky. Begitu diistahatkan di kamarnya, fisik Yeni terlihat kelelahan. Dia tampaknya mengalami dehidrasi (kekurangan cairan) setelah bergelantungan selama 3,5 jam di teras kamarnya. "Yang penting Bu Yeni selamat. Saya doakan semoga masalahnya cepat selesai, sehingga bisa mendidik anaknya dengan baik," tegas Lucky. (bj2) |
Kamis, 12 Januari 2006
Kapolwiltabes Anang Iskandar
Surya, Kamis 12 Januari 2006
Pelajari Dulu, Baru Menggebrak
SURABAYA, SURYA - Kapolwiltabes Surabaya yang baru Kombes Pol Anang Iskandar belum akan melancarkan gebrakan baru di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Ia ingin mempelajari lebih dulu kasus-kasus kriminalitas yang menjadi tanggung jawabnya.
”Saya akan memelajari dulu kasus-kasus atau program-program yang ditinggalkan pendahulu saya. Baru setelah itu, gebrakan dilancarkan,” ujar Anang usai menerima jabatan dari kapolwiltabes lama, Kombes Pol Sutarman di Mapolda Jatim,
Rabu (11/1).
Anang menambahkan kasus-kasus itu akan dilanjutkan penyelidikan dan penyidikannya. Namun ia tetap memprioritaskan penangangan perjudian, pembalakan liar (illegal logging) dan penambangan liar (illegal mining). ”Program lama sesuai instruksi Kapolri tetap menjadi prioritas saya,” kata Anang.
Mantan Kapolres Metro Jakarta Timur yang kelahiran Mojokerto pada 8 Mei 1958 itu menjelaskan pembalakan liar memang tidak ada di Surabaya, namun Surabaya dikenal sebagai daerah transit untuk tindak kejahatan illegal logging.
”Surabaya juga bukan daerah illegal mining, tapi Polwiltabes Surabayakan meliputi juga Sidoarjo, dan Gresik. Saya kira illegal mining mungkin terjadi di Sidoarjo dan Gresik, sedangkan Surabaya menjadi lokasi transit,” katanya.
Sebagai pejabat baru, kata pengganti Kombes Pol Sutarman yang dipromosikan menjadi Kapolda Kepulauan Riau itu, pihaknya berharap ada dukungan dari masyarakat, anggota di jajaran Polwiltabes Surabaya, dan atasannya.
”Saya akan berupaya menjalankan visi Polri sebagai pelayanan masyarakat,” kata lulusan Akpol tahun 1982, PTIK 1988, dan Sespim 1996 yang pernah menjabat Kapolres Blitar dan Kediri itu.
Selain Anang, Kapolwil Bojonegoro Kombes Pol Imam Wahyudi
menerima jabatan dari Kombes Pol Daminanus Jackie, Kapolwil Malang Kombes Pol M Saleh digantikan mantan Kabid di Pus Provost Propam Polri dan Kapolwil Madura Kombes Pol Agus Yudarso digantikan Kombes Pol Affan Rianto mantan
Kapoltabes Pontianak. (ted)
Pelajari Dulu, Baru Menggebrak
SURABAYA, SURYA - Kapolwiltabes Surabaya yang baru Kombes Pol Anang Iskandar belum akan melancarkan gebrakan baru di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Ia ingin mempelajari lebih dulu kasus-kasus kriminalitas yang menjadi tanggung jawabnya.
”Saya akan memelajari dulu kasus-kasus atau program-program yang ditinggalkan pendahulu saya. Baru setelah itu, gebrakan dilancarkan,” ujar Anang usai menerima jabatan dari kapolwiltabes lama, Kombes Pol Sutarman di Mapolda Jatim,
Rabu (11/1).
Anang menambahkan kasus-kasus itu akan dilanjutkan penyelidikan dan penyidikannya. Namun ia tetap memprioritaskan penangangan perjudian, pembalakan liar (illegal logging) dan penambangan liar (illegal mining). ”Program lama sesuai instruksi Kapolri tetap menjadi prioritas saya,” kata Anang.
Mantan Kapolres Metro Jakarta Timur yang kelahiran Mojokerto pada 8 Mei 1958 itu menjelaskan pembalakan liar memang tidak ada di Surabaya, namun Surabaya dikenal sebagai daerah transit untuk tindak kejahatan illegal logging.
”Surabaya juga bukan daerah illegal mining, tapi Polwiltabes Surabayakan meliputi juga Sidoarjo, dan Gresik. Saya kira illegal mining mungkin terjadi di Sidoarjo dan Gresik, sedangkan Surabaya menjadi lokasi transit,” katanya.
Sebagai pejabat baru, kata pengganti Kombes Pol Sutarman yang dipromosikan menjadi Kapolda Kepulauan Riau itu, pihaknya berharap ada dukungan dari masyarakat, anggota di jajaran Polwiltabes Surabaya, dan atasannya.
”Saya akan berupaya menjalankan visi Polri sebagai pelayanan masyarakat,” kata lulusan Akpol tahun 1982, PTIK 1988, dan Sespim 1996 yang pernah menjabat Kapolres Blitar dan Kediri itu.
Selain Anang, Kapolwil Bojonegoro Kombes Pol Imam Wahyudi
menerima jabatan dari Kombes Pol Daminanus Jackie, Kapolwil Malang Kombes Pol M Saleh digantikan mantan Kabid di Pus Provost Propam Polri dan Kapolwil Madura Kombes Pol Agus Yudarso digantikan Kombes Pol Affan Rianto mantan
Kapoltabes Pontianak. (ted)
Kamis, 06 Januari 2005
Mutasi Perwira Polda Jatim
Surya, 6 Januari 2005
Surabaya, Surya - Baru empat bulan menduduki jabatan strategis sebagai Kapolwiltabes Surabaya Kombes Pol Drs Eddy Kusuma Wijaya SH dipromosikan menduduki jabatan baru sebagai Wakil Direktur Samapta Mabes Polri.
Mutasi menjadi Wadir Samapta Mabes Polri itu tertuang dalam Telegram (TR) Kapolri No 07/I/2005 dan Skep No 941/XII/2004 tanggal 21 Desember 2004. TR Kapolri itu dikirim ke Mapolda Jatim sekitar pukul 23.30 WIB, Selasa (5/1) ditandatangani Divisi SDM Mabes Polri Irjen Pol Drs E Winarto H SH Msi.
Sebagai gantinya Kapolwiltabes akan diisi Direktur Reserse Kriminal (Direskrim) Polda Jatim Kombes Pol Sutarman. Sedangkan jabatan baru Direskrim Polda Jatim akan ditempati Direktur Reserse Kriminal Polda Sumut Kombes Pol Drs Satriya Hari Prasetya.
Dihubungi terpisah Kapolwiltabes Kombes Pol Drs Eddy Kusuma Wijaya membenarkan telah menerima telegram dari Kapolri. "Mutasi sebagai hal yang wajar di lingkungan Polri," katanya.
Ditambahkan mutasi tersebut sebagai bentuk penyegaran dalam menjalankan tugas sebagai Bhayangkari negara.
Ditambahkan selama menjabat di Surabaya Kapolwiltabes mengucapkan terima kasih kepada warga Surabaya yang telah membantu meringankan tugas sehari-hari.
Sementara itu Kombes Pol Sutarman ketika dihubungi juga mengakui telah menerima TR dari Kapolri menduduki jabatan baru sebagai Kapolwiltabes. "Mohon doa restunya saat jadi Kapolwiltabes," kata Sutarman.
Sutarman setelah mendapatkan ucapan selamat di Polda Jatim langsung terbang ke Amerika untuk mengikuti pelatihan dan kursus reguler tentang terorisme. "Saya masuk ke Polwiltabes mungkin akhir Januari setelah pulang dari Amerika," katanya.
Selain dua perwira melati tiga itu Kapolres Sidoarjo AKBP Ronny Frengky Sompie juga menduduki jabatan promosi sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim. Selama hampir setahun jabatan Direktur Narkoba Polda Jatim kosong dan dirangkap oleh Direktur Reserse Kriminal. Sedangkan pengganti Ronny Frengky Sompie masih belum ditentukan. Sejumlah perwira yang memasuki masa pensiun seperti Wakapolwil Madiun AKBP Drs Bambang Budhiarto juga dimutasi ke Mapolda Jatim.(ted)
Sutarman Kapolwiltabes Baru
Surabaya, Surya - Baru empat bulan menduduki jabatan strategis sebagai Kapolwiltabes Surabaya Kombes Pol Drs Eddy Kusuma Wijaya SH dipromosikan menduduki jabatan baru sebagai Wakil Direktur Samapta Mabes Polri.
Mutasi menjadi Wadir Samapta Mabes Polri itu tertuang dalam Telegram (TR) Kapolri No 07/I/2005 dan Skep No 941/XII/2004 tanggal 21 Desember 2004. TR Kapolri itu dikirim ke Mapolda Jatim sekitar pukul 23.30 WIB, Selasa (5/1) ditandatangani Divisi SDM Mabes Polri Irjen Pol Drs E Winarto H SH Msi.
Sebagai gantinya Kapolwiltabes akan diisi Direktur Reserse Kriminal (Direskrim) Polda Jatim Kombes Pol Sutarman. Sedangkan jabatan baru Direskrim Polda Jatim akan ditempati Direktur Reserse Kriminal Polda Sumut Kombes Pol Drs Satriya Hari Prasetya.
Dihubungi terpisah Kapolwiltabes Kombes Pol Drs Eddy Kusuma Wijaya membenarkan telah menerima telegram dari Kapolri. "Mutasi sebagai hal yang wajar di lingkungan Polri," katanya.
Ditambahkan mutasi tersebut sebagai bentuk penyegaran dalam menjalankan tugas sebagai Bhayangkari negara.
Ditambahkan selama menjabat di Surabaya Kapolwiltabes mengucapkan terima kasih kepada warga Surabaya yang telah membantu meringankan tugas sehari-hari.
Sementara itu Kombes Pol Sutarman ketika dihubungi juga mengakui telah menerima TR dari Kapolri menduduki jabatan baru sebagai Kapolwiltabes. "Mohon doa restunya saat jadi Kapolwiltabes," kata Sutarman.
Sutarman setelah mendapatkan ucapan selamat di Polda Jatim langsung terbang ke Amerika untuk mengikuti pelatihan dan kursus reguler tentang terorisme. "Saya masuk ke Polwiltabes mungkin akhir Januari setelah pulang dari Amerika," katanya.
Selain dua perwira melati tiga itu Kapolres Sidoarjo AKBP Ronny Frengky Sompie juga menduduki jabatan promosi sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim. Selama hampir setahun jabatan Direktur Narkoba Polda Jatim kosong dan dirangkap oleh Direktur Reserse Kriminal. Sedangkan pengganti Ronny Frengky Sompie masih belum ditentukan. Sejumlah perwira yang memasuki masa pensiun seperti Wakapolwil Madiun AKBP Drs Bambang Budhiarto juga dimutasi ke Mapolda Jatim.(ted)
Rabu, 29 Januari 2003
Bom Ikan Kos-Kosan Tenggilis
Surya, Rabu, 29 Januari 2003
Melarikan Diri Cari Biaya Pengobatan
Pengebom kos-kosan sering didatangi arwah Nur
IRFAN Ali Makruf, tersangka peledakan bom bondet di rumah kos Jl Panjang Jiwo SMPP 19, sekarang meringkuk di sel tahanan Polsekta Tenggilis. Sebelumnya, ia ditahan di Polda Jatim.
Kulit muka Ali Makruf terutama bagian dahi, pipi dan telinga, tampak mengelupas akibat tersambar api bom ikan yang diledakkannya sendiri, Rabu (22/1) malam.
Seperti diberitakan, ledakan hebat yang menggemparkan itu menewaskan Sri Nurwahyuningsih, wanita yang selama ini kumpul Makruf di rumah kos tersebut.
Menurut Makruf, arwah wanita tersebut sering mendatanginya dalam mimpi. “Saya susah tidur. Arwah Nur sering memanggil-manggil saya,” kata lelaki 27 tahun itu.
Kepada Surya, Irfan mengaku, saat peledakan ia memang berada di dekat Nur dengan jarak sekitar satu meter. Saat itu ia pulang ke kosnya untuk menemui Nur sekitar pukul 18.30 wib.
Ketika ia datang, tempat kosnya tertutup rapat dan dikunci dari luar. Akhirnya Irfan memutuskan menunggu di luar, membeli makanan di warung kemudian mengisi TTS.
Menurut Irfan, Nur baru datang sekitar pukul 19.30 wib dan mengaku baru pulang dari rumah orangtuanya di Jl Wadungasri 12, Sidoarjo.
“Nur bercerita dipukul ibunya karena masih berhubungan dengan saya,” kata Irfan.
Setelah masuk ke rumah, Irfan memarahi Nur karena sebelumnya ia sudah melarang menemui orangtuanya. “Setelah masuk, pipi kanannya saya tempeleng,” ujar Irfan.
Lelaki ini kemudian menempeleng lagi tapi Nur berusaha menghindar dengan cara jalan mundur. “Saat mundur itulah, Nur terjerat spanduk yang biasa dipakai alas tidur, kemudian ia terjatuh dan mengenai bom,” aku Irfan.
Lelaki ini juga membantah disebut melarikan diri usai mengantarkan Nurwahyuningsih ke RS Internasional HCOS Nginden Intan. “Saat itu saya panik karena tidak mempunyai biaya untuk pengobatan. Terus, saya telepon kakak saya di Probolinggo. Karena teleponnya tidak diangkat, saya memutuskan untuk ke Probolinggo,” akunya lagi.
Menurut Irfan, saat dibawa ke rumah sakit, Nur masih hidup dan sempat mengelus-elus kepalanya. Ia baru mengetahui Nur meninggal dari anggota Polsekta Tenggilis yang menangkapnya di Rambipuji, Jumat (24/1).
Kapolsekta Tenggilis, AKP Chajad Chahjadi, didampingi Kanitresintel, Iptu Dwi Eko, menyatakan, tersangka dijerat pasal berlapis. Yaitu, Pasal 351, 359, 338, 340 dan UU Darurat No 12 tentang bahan peledak. (ted)
Melarikan Diri Cari Biaya Pengobatan
Pengebom kos-kosan sering didatangi arwah Nur
IRFAN Ali Makruf, tersangka peledakan bom bondet di rumah kos Jl Panjang Jiwo SMPP 19, sekarang meringkuk di sel tahanan Polsekta Tenggilis. Sebelumnya, ia ditahan di Polda Jatim.
Kulit muka Ali Makruf terutama bagian dahi, pipi dan telinga, tampak mengelupas akibat tersambar api bom ikan yang diledakkannya sendiri, Rabu (22/1) malam.
Seperti diberitakan, ledakan hebat yang menggemparkan itu menewaskan Sri Nurwahyuningsih, wanita yang selama ini kumpul Makruf di rumah kos tersebut.
Menurut Makruf, arwah wanita tersebut sering mendatanginya dalam mimpi. “Saya susah tidur. Arwah Nur sering memanggil-manggil saya,” kata lelaki 27 tahun itu.
Kepada Surya, Irfan mengaku, saat peledakan ia memang berada di dekat Nur dengan jarak sekitar satu meter. Saat itu ia pulang ke kosnya untuk menemui Nur sekitar pukul 18.30 wib.
Ketika ia datang, tempat kosnya tertutup rapat dan dikunci dari luar. Akhirnya Irfan memutuskan menunggu di luar, membeli makanan di warung kemudian mengisi TTS.
Menurut Irfan, Nur baru datang sekitar pukul 19.30 wib dan mengaku baru pulang dari rumah orangtuanya di Jl Wadungasri 12, Sidoarjo.
“Nur bercerita dipukul ibunya karena masih berhubungan dengan saya,” kata Irfan.
Setelah masuk ke rumah, Irfan memarahi Nur karena sebelumnya ia sudah melarang menemui orangtuanya. “Setelah masuk, pipi kanannya saya tempeleng,” ujar Irfan.
Lelaki ini kemudian menempeleng lagi tapi Nur berusaha menghindar dengan cara jalan mundur. “Saat mundur itulah, Nur terjerat spanduk yang biasa dipakai alas tidur, kemudian ia terjatuh dan mengenai bom,” aku Irfan.
Lelaki ini juga membantah disebut melarikan diri usai mengantarkan Nurwahyuningsih ke RS Internasional HCOS Nginden Intan. “Saat itu saya panik karena tidak mempunyai biaya untuk pengobatan. Terus, saya telepon kakak saya di Probolinggo. Karena teleponnya tidak diangkat, saya memutuskan untuk ke Probolinggo,” akunya lagi.
Menurut Irfan, saat dibawa ke rumah sakit, Nur masih hidup dan sempat mengelus-elus kepalanya. Ia baru mengetahui Nur meninggal dari anggota Polsekta Tenggilis yang menangkapnya di Rambipuji, Jumat (24/1).
Kapolsekta Tenggilis, AKP Chajad Chahjadi, didampingi Kanitresintel, Iptu Dwi Eko, menyatakan, tersangka dijerat pasal berlapis. Yaitu, Pasal 351, 359, 338, 340 dan UU Darurat No 12 tentang bahan peledak. (ted)
Langganan:
Postingan (Atom)