Sabtu, 11 Juni 2011

Ujian Nasional = Korupsi

Gadel di Surabaya Barat yang berdekatan dengan kawasan pabrik dan pergudangan menjadi perbincangan Nasional setelah adanya skandal contek massal SDN Gadel II.'

Adalah Ny Siami menjadi bulan-bulanan warga kemudian diusir dari rumahnya karena telah melaporkan contek massal ujian nasional setelah anaknya dipaksa memberikan contekan kepada teman sekelasnya. Pemkot dan dinas Pendidikan akhirnya memberikan sanksi kepada guru dan kepala sekolah atas tindakan tersebut.

Meski baik atas kejujurannya melaporkan namun Ny Siami dianggap sebagai pengkianat oleh warga yang rata-rata adalah buruh pabrik dengan penghasilan pas-pasan.

Tidak ada yang salah dengan warga dan Ny Siami sebagai pelapor, walimurid tentu saja khawatir jika anak-anak mereka ujian ulang atau tidak lulus mengikuti ujian nasional dan masuk ke jenjang sekolahlebih tinggi.

Siapapun orangtua seperti walimurid di SDN Gadel tentu tidak ingin anak-anak mereka sengsara dengan kehidupan mereka sebagai buruh pabrik yang hanya bisa makan seadanya.

Wajar mereka marah karena kerja di pabrik dengan kerja yang ketat mereka sudah ditekan habis-habisan oleh juragannya dan ketika anak-anak mereka dibayangi ujian ulang dan tidak lulus tentu mereka juga meradang karena penindasan itu merembet ke anak-anak mereka.

Sepakat dengan Sosiolog Univesitas Airlangga Bagong Suyanto orangtua wali murid, Ny Siami dan guru adalah korban ujian nasional seperti yang dilansir beritajatim.com kemarin.

Siapa yang salah, yang salah adalah sistem pendidikan nasional yang mencetak kader pemipin masa depan Indonesia pro korupsi karena Ujian Nasional yang diberlakukan sejak Orde Baru tentu menjadi momok tersendiri bagi siswa dan orangtua, mereka menjadi tertekan dengan sistem ini sehingga siswa menghalalkan segala cara untuk meraih nilai.

Lihatlah di kelas-kelas saat ujian, mencontek, kolusi dan berbuat curang sudah tumbuh subur sejak sekolah dasar yang seharusnya menjadi fundamental bagi generasi. Jika praktek tidak jujur telah diterapkan sejak sekolah dasar dengan sistem yang pro korupsi ini bagaimana masa depan anak-anak Indonesia nanti.

Apalagi berhembus kabar kurang sedap kasus Gadel ada yang memainkan untuk merebut jabatan Kepala Dinas Pendidikan oleh sejumlah partai, karena jabatan Kepala Dinas menjadi ladang upeti bagi parpol yang duduk di DPRD Surabaya.

Jangan salahkan korupsi tumbuh subur di Indonesia karena sistem pendidikan sejak sekolah dasar sudah dipupuk sehingga susah diberantas.

Tokoh pendidikan asal Brasil Paulo Freire juga mengungkapkan sistem pendidikan yang hanya mengarahkan siswa untuk mengumpulkan, menghafal kemudian diujikan di sesi terakhir akan menjadi siswa jadi robot dan tidak kritis terhadap kenyataan sosial sehari-hari. Pendidkan yang dialogis dan siswa bisa mengungkapkan pendapatnya seharusnya yang diajarkan.


Negara terutama Menteri Pendidikan Nasional, DPR seharusnya bertanggung jawab dengan kurikulum pendidikan seperti ni, ataukah sistem ini akan terus melanggengkan sistem Orde Baru karena ujian nasional lahir sejak tahun 80 saat kekuasaan sentralistik krptif berkuasa, padahal sudah sudah 13 tahun reformasi tapi dunia pendidikan masih berjalan di tempat.[ted]

Ortu Cerai Nilai Matematika Anak Bakal Jeblok

Penelitian baru menunjukkan anak korban perceraian orangtua akan menghambat perkembangan ketrampilan interpersonal dan nilai matematika.

Hal tersebut diungkapkan Hyun Sik Kim, seorang kandidat doktor di departemen sosiologi Universitas Wisconsin-Madison Amerika. "Menghadapi tahap perceraian orangtua, anak akan tertinggal dalam nilai tes matematika dan keterampilan sosial interpersonal,"ungkap Hyun Sik Kim seperti dikutip dalam Health day news, Jumat (03/06/2011).

Dalam studi ini Kim menjelaskan secara gamblang anak-anak korban perceraian dan tidak harmonisnya keluarga akan cenderung menderita kecemasan,kesepian, rendah diri dan kesedihan. "Mereka akan terus mengingat kesedihan dan menyalahkan diri sendiri sehingga tidak punya semangat mengejar ketertinggalan dengan anak-anak lain yang orangtuanya harmonis,"ungkap Kim yang studinya ini telah diterbitkan dalam edisi Juni American Sociological Review.

Dalam studi tersebut lanjut Kim dibahas bagaimana dampak dari perceraian bisa membahayakan perkembangan anak korban perceraian. Orangtua yang bercerai akan memberikan game di rumah agar tidak menyalahkan orang tua atau konflik hak asuh anak. stres ini dapat diperparah oleh hilangnya stabilitas ketika seorang anak berpisah dengan ayah atau ibunya dan kehilangan kontak dengan teman sosial di sekitar rumah.

Dalam penelitian ini Kim menganalisis data dari usia dini studi longitudinal 3.600 anak-anak yang masuk TK pada tahun 2008. Anak-anak dilacak melalui kelasnya. Selama waktu itu, Kim membandingkan anak-anak yang orangtuanya bercerai saat anak itu di kelas pertama, kedua atau ketiga dengan anak-anak dari perkawinan yang harmonis.

Di antara kelompok perceraian, Kim memeriksa perkembangan anak lebih dari tiga tahap: 'pra-perceraian' periode dari TK ke kelas 1, 'periode perceraian' dari kelas 1 sampai kelas 3, dan 'pasca-perceraian' periode 3 sampai 5 kelas.

Kim menemukan bahwa selama masa perceraian orangtua, nilai tes matematika mengalami penurunan, selain itu ketrampilan interpersonal juga menderita selama perceraian terutama kemampuan seorang anak untuk bersosialisasi dengan temannya, maupun bersosialisasi mengungkapkan perasaan dan pendapat secara positif.

Menurut Kim dalam kesimpulan studinya tersebut jika sekolah menemukan anak-anak sedang dalam masalah ketika orangtuanya bercerai untuk segera mengantisipasinya secepatnya mungkin.

"Salah satu implikasi dari studi ini adalah bahwa kita perlu untuk melakukan intervensi secepat mungkin ketika kita mengamati seorang anak mengalami perceraian orang tua," kata Kim,

Menurut Kim, perceraian orantua berdampak sangat buruk dan merusak perkembangan anak di masa depan dibandingkan dengan orangtua dengan perkawinan yang langgeng.

Sementara itu Richard E. Lucas seorang profesor di departemen psikologi di Michigan State University tidak menampik penelitian Hyun Sik Kim terkait dengan merosotnya nilai matematika anak saat orangtua menghadapi perceraian.

"Peristiwa besar dalam hidup, seperti perceraian, dapat memiliki pengaruh signifikan terhadap individu dan perkembangan mental anak," katanya. [ted]

Jumat, 17 April 2009

Duh Senangnya

Teddy Junior
Setelah menunggu akhirnya malaikat kecilku telah datang. Lahir di RS Siloam Rabu Pon tanggal 15 April 2009 pukul 15.45.WIB.


Bulan April tahun ini adalah masa-masa yang paling fenomenal ketika
hidup menjadi lengkap setelah anakku telah lahir.

Peristiwa ini sungguh luar biasa, kelahiran ternyata bukan merupakan
peristiwa biasa tapi ada nilai spiritual, emosi, ketegangan, harapan
bagi orangtua.

Sejak Minggu 10 April lalu pagi hari Istri saya yang seharusnya
melahirkan tanggal 8 meminta untuk mengantar di RS Siloam memeriksakan
kandungan.

Pukul 10.00 WIB saya mengantar untuk memeriksakan kandungan istri
saya. Benar juga setelah diperiksa kandungan istri, ternyata sudah
bukaan dua.

Kaget! langsung saja jantung berdetak dengan keras, kegelisahan mulai
terasa. Tapi istri saya terlihat santai saja dan meminta saya tetap
tenang.






Sejumlah perawat kemudian menyarankan istri saya untuk segera menginap
karena jabang bayi akan segera lahir apalagi kandungannya sudah bukaan
dua.

Senang...tegang...was..was seperti kopi diaduk dalam sebuah cawan
menyelimuti dada dan pikiran.
"Baru kali suasana hati dan pikiran jadi gelisah," kataku dalam hati.

Hingga malam setelah pulang ke rumah masih saja pikiran
melayang-melayang tapi belum juga mendapat kabar dari rumah sakit
anakku belum lahir.

Tiga hari kemudian istri saya mulai menceritakan bayinya belum juga
keluar dan oleh dokter Santoso disarankan untuk induksi atau
merangsang bayi segera keluar.

Cerita teman-teman yang berpengalaman punya anak, induksi bisa membuat
bayi tersiksa tapi istri tetap saja mencoba cara itu dan meminum obat
untuk merangsang kandungannya.

Hasilnya? sehari setelah di induksi ternyata tetap saja bayiku tidak
mau keluar. "Wah bayinya koq betah ya didalam perut," kata sejumlah
perawat.

"Ada apa ya,? tanyaku dalam hati dan tetap percaya dengan dokter serta
berdoa semoga tidak terjadi sesuatu dengan kondisi anak dan ibunya.

Rabu 15 April pagi saya ditelpon oleh istri untuk datang ke rumah
sakit menanda tangani operasi Cecar karena grafik pergerakan kandungan
tidak nampak. sret..sret aku tanda tangan operasi.

Istri saya sudah menyiapkan puasa untuk operasi yang akan dila

Minggu, 15 Februari 2009

TV Online Tak Dapat Iijn

Setelah sering menikmati TV Online lewat situs www.indoweb.tv bulan November lalu akhirnya situs ini berubah dan tidak menampilkan embednya lagi. Khabarnya situs tidak mendapat ijin untuk menampilkan di internet..hiks..hiks

Rabu, 10 Desember 2008

Nonton TV Online

Gara-gara TV rusak akhirnya mencari chanel TV Indonesia yang online akhirnya ketemu juga. Lega bisa nonton TV sambil bekerja. memang jaman sudah cepat dan berubah...Selamat Datang digital. Silahkan menonton TV ==> RCTI,TVOne, Metro TV,SCTV, TPI, Global, TVRI dll...




Hehe...situs ini sekarang hanya tampilankan dua channel saja setelah tidak mendapat ijin dari stasiun pembuatnya

Kamis, 02 Oktober 2008

Hari Kedua Lebaran Warga Penuhi Tempat Wisata

Surabaya - Hari kedua lebaran dimanfaatkan sejumlah warga untuk mengunjungi sejumlah tempat wisata di Surabaya seperti Waterpark Ciputra.

Sejumlah warga memadati tempat wisata di bagian barat dengan berendam dan mandi serta meluncur di pemandian untuk melepaskan penat.

"Kami bersama keluarga sengaja mandi dan berendam di Waterpark ini," ungkap Budi Susilo warga Ngagel yang membawa rombongan keluarganya, Kamis (2/10/2008).

Hal senada juga diungkapkan Gunadi warga Lidah yang mengaku memnafaatkan liburan hari kedua bersama keluarga menjajal tempat wisata air ini.

"Kami sudah berkeliling dan bersilaturahmi kemarin, hari kedua kami manfaatkan berlibur bersama keluarga," kata Gunadi.

Meskipun harga masuk cukup mahal namun tidak mengurangi warga yang berbondong-bondong memeanfaatkan tempat wisata di dalam lingkungan perumahan Ciputra ini.[ted]

Selasa, 26 Agustus 2008

Campuri NU, Hasyim Muzadi Semprot Pj Gubernur Jatim

www.beritajatim.com
Selasa, 26/08/2008 17:02 WIB
Reporter : Teddy Ardianto

Jakarta - Baru sehari menjabat sebagai Pj Gubernur Jatim, Setya Purwaka menuai kritik tajam terkait komentarnya soal NU dalam Pilgub Jatim.

Sindirannya terhadap NU mendapat teguran keras dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdaltul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi.

Pengasuh pondok pesantren Al-Hikam Malang itu meminta kepada Setya Purwaka tak mencampuri masalah NU. Menurut dia, mengomentari soal NU bukan bagian dari tugasnya sebagai pengganti sementara Imam Utomo.

"Saya berharap Pejabat Gubernur Jatim tidak mencampuri NU terlalu dalam karena itu bukan tugasnya," kata Hasyim Muzadi di Bangkok, Thailand sesuai rilis PBNU yang diterima beritajatim.com, Selasa (26/08/2008).

Mantan Ketua PWNU Jatim ini menambahkan, Pejabat Gubernur bukan bagian dari tim sukses calon Cagub-Cawagub. Karena itu, tidak benar jika dia mengomentari soal NU terkait Pilgub Jatim.

"Pejabat Gubernur itu bukan tim sukses kandidat Cagub?," ungkapnya.

Selain itu, ia juga meminta Setya Purwaka agar berhubungan dengan pemimpin NU langsung, jika ingin tahu soal organisasi yang basisnya di Jatim itu.

"Kalau ingin tahu soal NU tanyalah ke pemimpinya. Jangan menafsirkan NU secara salah," katanya.

Sebelumnya, Setya Purwaka mengadakan silaturrahmi dengan para jurnalis di Surabaya, Minggu lalu. Orang dekat Presiden SBY ini juga membeberkan program-program yang akan dilakukan saat memimpin Jatim selama empat bulan ke depan, termasuk mensukseskan Pilgub Jatim.

Namun, ia juga sempat menyindir prilaku tokoh NU terkait pilgub Jatim ini."Ojok seneng nyewakno tenda utawa kursi lah (Jangan suka menyewakan tenda atau kursi lah).. Mendingan membangun rumah. Rumah yang sejuk, rumah yang damai. Besarkan rumah itu supaya banyak orang yang masuk ke dalamnya," katanya.

Bahkan, Ia juga sempat melontarkan kata-kata agar tokoh NU tidak membawa institusi NU ke politik praktis."Mudah-mudahan para elitnya bisa memberi masukan. Bagaimana menyadarkan mereka," katanya.[ted]

Minggu, 06 Juli 2008

Kuli Bangunan Tewas Tertimpa Cor Semen

Minggu, 06/07/2008
Reporter: Bruriy
Editor: Teddy Ardianto

www.beritajatim.com

Surabaya - Proyek RS Dr Soewandhi di jalan Pasar Tambah Rejo meminta tumbal. Taufik (38) warga Jombang tewas tertimpa cor semen.

Kejadian pukul 22.45 WIB korban bersama tiga temannya sedang melakukan pekerjaan pengecoran semen di lantai II.


Saat ngecor di lantai II ada scalfolding untuk melakukan pengecoran di lantai II dengan memuat semen.


Diduga tidak kuat akhirnya dek jebol. Taufik yang sedang meratakan semen akhirnya ikut jatuh ke bawah dan menderita luka di bagian kepala dan kakinya.


Kapolsek Simokerto AKP Adjied membenarkan kejadian tersebut dan sedang melakukan penyelidikan dan korban diambil sedang diambil sidik jari.


"Polisi telah melakukan olah TKP dengan membawa korban ke RS Dr Soetomo," katanya.


Seluruhnya ada tiga orang korban dan dua orang tersebut belum diketahui namanya karena masih meminta keterangan sejumlah saksi.

"Proyek dihentikan sementara dengan meminta sejumlah keterangan dari saksi,'katanya. [ted]

Sabtu, 14 Juni 2008

Pernikahanku


Hidup Baru

Manusia harus selalu memperbaruhui hidupnya, tanggal 14 Juni yang juga HUT-ku aku memilih istriku yang sangat kucintai yaitu Susan Puspitasari dengan pemberkatan nikah di GPdI Kertosono.

Semoga dengan jalan hidup baru menemukan manusia yang lengkap dan menempa pengalaman hidup yang sejati.

Senin, 28 April 2008

Komnas HAM Desak Polisi-Jaksa Tuntaskan Kasus Lumpur Panas


www.beritajatim.com
Senin, 28/04/2008 14:58 WIB
Reporter : Teddy Ardianto

Surabaya- Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas-HAM) mendesak kepada polisi dan kejaksaan segera membawa kasus lumpur panas Porong ke pengadilan.

"Kami meminta kepada polisi dan kejaksaan segera mempercepat kasus Lapindo ke pengadilan," kata Syafrudin Ngulma Simeulue anggota Komnas HAM usai bertemu dengan pejabat Polda Jatim, Senin (28/04/2008).

Ditegaskannya kasus ditangani sejak dua tahun lalu tersebut hingga kini masih mengambang dan bolak-bolak dari kepolisian ke kejaksaan.

"Kasus Lapindo saat ini telah menjadi perhatian publik sehingga kedua lembaga penegakan hukum segera melakukan komunikasi agar tidak tersendat-sendat dalam menanganinya," kata Syafrudin.

Diakuinya masih banyak kendala terkait dengan berkas yang bolak-balik karena permintaan jaksa untuk memenuhi pemanggilan sejumlah saksi lagi.

"Kami akui proses pemanggilan saksi memerlukan waktu dan biaya hal itu tidak diketahui oleh masyarakat, namun kami berharap agar secepatnya dilakukan komunikasi di tingkat pimpinan," imbuhnya.

Terkait dengan dorongan dari Komnas, Syafrudin mengakui kedua lembaga menyambut baik dan akan segera menuntaskan kasus tersebut.

"Polda Jatim telah bersungguh-sungguh kasus ini segera selesai," imbuhnya.

Namun demikian Komnas HAM tak bisa melangkahi hukum terkait dengan penyidikan kasus Lapindo dan hanya bisa mendorong saja agar kasusnya cepat tuntas.[ted]

Sabtu, 19 April 2008

Jam Gadang Bukittinggi

Bukittinggi - Jam Gadang terletak di jantung kota Bukittinggi Sumatra Barat dengan arsitektur belanda dibangun tahun 1926 oleh arsitek Yazid dan Sutan Gigi Ameh.

Jam ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Controleur (sekretaris kota) Rook Maker dan dilakukan peletakan batu pertama oleh putranya yang masih berumur 6 tahun.

Ukuran
* Diameter jam 80 Cm
* Denah Dasar 13 X 4 Meter
* Tinggi 26 Meter

Saat dibangun biaya seluruhnya mencapai 3.000 Gulden dengan penyesuaian dan renovasi dari waktu ke waktu.
Saat jaman Belanda dan pertama kali dibangun atapnya berbentuk bulat dan diatasnya berdiri patung ayam jantan.

Sedangkan saat masa jepang berubah lagi dengan berbentuk klenteng dan ketika Indonesia Merdeka berubah menjadi rumah adat Minangkabau.

Jumat, 11 April 2008

Gua Jepang Bukittinggi, Kekejaman Nippon PD II

Bukittinggi - Udara dingin, panorama indah dilingkungi perbukitan Ngarai Sihanouk, plus tanaman hijau yang menambah kesejukan membuat suasana Bukit tinggi sangat nyaman dan suejuk...

Dengan modal semacam itu, tidaklah salah jika Bukittinggi menjadi salah satu tujuan wisata yang mesti dikunjungi pelancong yang datang di Provinsi Sumatera Barat.

Ada beberapa tempat wisata juga di kabupaten yang pernah menjadi ibu kota negara RI kala perang masih berkecamuk. Salah satunya adalah Gua Jepang yang masih berada di areal pusat kota Bukittinggi.

Gua Jepang adalah bukti sejarah pendudukan Jepang yang masih tersisa hingga sekarang. Lubang gunung yang berdinding batu keras ini panjangnya puluhan meter.

Dengan rongga berbentuk setengah lingkaran yang rata-rata tingginya sekitar dua meter itu kecuali beberapa rongga yang memaksa para pengunjung membungkuk untuk melewatinya.Gua ini dulunya memiliki fungsi strategis bagi serdadu Jepang.

Lorong masuknya sangat dalam dan panjang. Ada sekitar 128 anak tangga untuk turun ke bawah sebelum akhirnya para pengunjung melewati ruang demi ruang Gua Jepang itu. Laksana 'rumah semut tanah', para pengunjung akan melewati beberapa lorong gua yang bercabang-cabang.

Memang tak begitu rumit bagi yang mengetahui gua ini, tapi buat orang yang belum pernah melintasinya lumayan membingungkan. Saat di dalam, pengunjung tak akan bisa membedakan antara pagi, siang, atau malam. Lorong-lorong diberi penerangan lampu neon.

"Gua ini panjang sebenarnya satu setengah kilometer, sekarang hanya sekitar 750 meter," ujar Ardian pemandu turun-temurun di lokasi tersebut.

Gua Jepang itu terbagi dalam beberapa kamar. Mulai dari lorong untuk rapat mereka, tempat makan hingga kamar para tahanan yang orang Indonesia.

Ada 12 barak militer, 12 tempat tidur, 6 buah ruang amunisi, dua ruang makan romusha dan satu ruang sidang. Yang unik adalah, karena lorong gua ini punya beberapa saluran untuk ke atas tanah, beberapa lorong dipakai sebagai lorong penyergapan dan pengintaian bagi para penduduk Indonesia yang kebetulan melintasi daerah itu.

"Ini tempat pengintaiannya. Setelah diintai, mereka masuk lewat lorong yang di situ, untuk menyergap," ujar Ardian.

Yang cukup mengagetkan, menurut Oki, selain dua lubang itu, ada sebuah lubang yang dijadikan untuk pembuangan para korban yang jelas telah berupa mayat.

"Ini lubangnya, tapi sudah diperkecil dengan semen agar tak berbahaya buat pengunjung sekarang. Kabarnya, dulu, di lubang ini pernah ada orang luar negeri yang jatuh terperosok," ujarnya.

Lumayan menyeramkan. Bila seseorang terperosok masuk lubang, ia akan langsung ke bibir jurang Ngarai Sihanok, dan kemudian menghilang untuk selamanya.


Gua yang ditemukan tahun 1942 hingga 1945 ini berisi banyak orang dari berbagai kepulauan di Indonesia yang menjadi tahanan di gua ini. Untuk menjaga kerahasiaan gua pada masa itu, orang Indonesia yang pernah datang akan dibungkam selamanya agar tak ada yang bisa bercerita atau bersaksi.

Di depan gua yang diresmikan sebagai objek wisata oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Fuad Hassan pada tanggal 11 Maret 1986 itu, terdapat taman Panorama, yang selain berupa tempat yang rindang, juga tempat bercengkerama dan berjualan cenderamata. Taman yang merupakan bagian dari areal Ngarai Sianok ini dihiasi pepohonan. Kera-kera liar kerap muncul untuk mendapatkan makanan dari para pengunjung.

Yang menjadi pertanyaan pemandu kemanakah tanah bekas penggalian? Dengan Panjang yang mencapai hamapu sekilo itu pasti tanah bekas penggalian ada bekasnya. Jendral yang membangun gua juga tidak diketahui. Ketiga, Pemandu sendiri juga tidak punya referensi dan dan hanya cerita turun-menurun. Percaya Apa Tidak?

Sabtu, 29 Maret 2008

Sport Jantung, Kelok 44 Trully Sumatra


www.beritajatim.com
Sabtu, 29/03/2008 11:00 WIB
Reporter : Teddy Ardianto

Padang - Jika ke Padang jangan lewatkan mengunjungi kelok 44 diatas Danau Maninjau Sumatra Barat. Selain melihat pemandangan indah mendaki bukit dan melihat danau nan elok anda juga dibuat sport jantung.

Bayangkan saja ada sekitar 44 kelokan menuju ke Bukit tinggi dengan kelokan hampir 90 derajat membuat jantung anda berdegup kencang.

Wartawan yang naik bus PT Semen Padang tak urung menahah nafas ketika bus menaiki tanjakan demi tanjakan menuju titik terkahir yaitu 44.

"Saya merem-melek semoga bus tidak guling dan nanti diberitakan," kata Arif Ardliyanto wartawan Sindo yang terus berdiam diri duduk di belakang bus.

Humas PT Semen Gresik Bu Narti juga tak jarang menghitung kelokan diatas danau yang indah tersebut satu persatau muali dari keloka 2 hingga kelokan terakhir.

"Sudah berapa kelokan ya, wah masih 28 kurang 14 lagi wuih," kata Bu Narti.

Alhamdullilah setelah melewati semua kelokan semuanya lega dan menarik nafas panjang hingga menuju puncak menuju ke Kota Wisata Bukit Tinggi yang terkenal dengan jam gadangnya.[ted]

Kamis, 27 Maret 2008

Ditawari Naik Taksi Plus Esek-esek Keliling Kota

www.beritajatim.com
Kamis, 27/03/2008 23:24 WIB
Semalam di Padang
Reporter : Teddy Ardianto

Padang -Kehidupan cafe, restauran dan sejumlah karaoke telah tutup lebih awal sekitar pukul 23.00 WIB bahkan sejumlah tempat juga telah diberi peringatan kawasan anti maksiat.

"Semuanya harus menghentikan kegiatan dan jika melanggar sanksinya adat dan agama namun hingga kini Perda tersebut belum ampuh karena masih bisa dilanggar," ungkap wartawan lokal Padang.

Pantauan beritajatim.com di lapangan sejumlah taksi terlihat berseliweran di depan tempat rombongan media visit PT Semen Gresik jalan Gereja Padang.

"Saya tadi ditawari naik taksi dan ketika melongok ada wanita duduk di jok belakang," kata Ikhsan wartawan Surya yang ditawari naik taksi warna biru.

Sopir taksi menawarkan harga Rp 200 ribu keliling kota Padang dan berkencan didalam taksi dengan wanita yang dibawanya tersebut. "Ayo bang keliling," ajak wanita yang duduk di depan dengan manja.

Informasinya wanita-wanita yang menjajakan diri tersebut bukan asli Padang namun dari luar kota dan mereka datang tidak mempunyai ketrampilan yang memadai.

Selain itu dengan menggunakan taksi-taksi tersebut mereka bisa menyamar dan mengelabui Perda Anti Maksiat karena taksi tidak masuk pantauan perda itu.[ted]

Modal Dengkul, Kualitas Sepatu Italy


Kamis, 27/03/2008 20:00 WIB
UKM Binaan PT Semen Padang
Reporter : Teddy Ardianto

Padang - Yusmail (42) kini mampu membuat pabrik sepatu terbesar di Sumatra Barat sekelas Tanggulangin Sidoarjo setelah mendapat dana pinjaman dari PT Semen Padang.

Membuka galery toko bernama Yusani di Desa Togoh Baru Kec Sintuk Barat Lubuk Alung Padang dari modal awal Rp 1,5 juta kini kegiatan produksi sepatu sudah mencapai sekitar 80 pasang perhari dengan kualitas yang tidak perlu diragukan lagi.

"Saya memperkerjakan sekitar 41 orang pekerja dengan aset sekitar Rp 800 juta," kata Yusmail kepada wartawan media visit PT Semen Gresik, Kamis (27/03/2008)

Yusmail mengaku ketika pertama kali bergelut sepatu ingin ada pabrik sepatu produk lokal dengan kualitas bagus berada di Sumatra Barat.

"Tahun 2007 kami mengajukan kredit Rp 25 juta dan disetujui," imbunya.

Cita-citanya kata Yusmail adalah mengembangkan pelebaran nama sepatunya bermerk Honesty bisa dikenal masyrakat luas dan tidak kalah bersaing dengan Italy maupun negara lain.

"Kami membuat sepatu yang utama adalah kualitas, kalau memproduksi banyak tapi tidak awet berarti Indonesia akan selalu dicap kalah mutu," terang Yusmail.

Sepatu berbagai model yang dipajang adalah merk terbaru dan ada juga yang dipesan oleh sejumlah warga sekitar dengan harga untuk wanita antara Rp 65 ribu hingga Rp 175.000 sementara untuk pria Rp 185.000 hingga Rp 350 ribu.

"Saya juga kirim khabar untuk teman-teman Tanggulangin Sidoarjo yang terkena musibah lumpur agar tambah," katanya.

Pasalnya Yusmail mengaku sebelum membuka gerai tokonya pernah bersekolah di Cibaduyut Bandung dan bertemu dengan pengrajin asal Sidoarjo.(ted)

Rabu, 26 Maret 2008

Berusia 98 Tahun Pabrik I PT Semen Padang Dijadikan Museum


www.beritajatim.com
Rabu, 26/03/2008 23:20 WIB
Reporter : Teddy Ardianto

Padang - Pabrik Semen Padang I yang berada di kelurahan Indarung Kecamatan Lubuk Kilangan sekitar 15 Km dari kota Padang dengan ketinggian 200 meter dari permukaan laut akan dijadikan museum setelah ditutup sejak tahun 1999.

Pabrik PT Semen Padang (Semen Gresik Group) I yang mulai berproduksi sejak tahun 18 Maret 1910 merupakan pabrik semen pertama di Indonesia yang didirikan pemerintah kolonial Belanda.

"Pabrik Indarung I atau cikal bakalnya pabrik Semen Padang telah berhenti produksi dan hanya memproduksi jenis-jenis tertentu," kata Drs. E. Irzal, Akt. MBA Direktur Utama PT Semen Padang kepada wartawan media visit PT Semen Gresik, Rabu (26/03/2008).

Dijelaskannya terakhir produksi pabrik mencapai sekitar 400 ribu ton per tahun semen dan diedarkan di seluruh wilayah Sumatera Barat hingga Palembang hingga Pakanbaru.

"PT Semen Padang telah melakukan kerjasama dengan pabrik semen yang berada di Denmark membuat maket meseum sebagai cikal-bakal adanya revolusi industri," katanya.

Dijelaskannya hingga kini PT�Semen Padang dengan empat pabriknya yaitu Indarung II,III,IV dan V terus melakukan optimalisasi kebutuhan semen di wilayah Sumatra.

"Tahun 2008 ini kami menargetkan produksi sekitar 6 juta ton setiap tahun," imbuh E Irzal.

Tahun 2007 lalu kata E Irzal produksi PT Semen Padang mencapai sekitar 5,2 juta ton dan akan ditingkatkan terus-menerus hingga mencapai 7 juta ton.

Hingga saat PT Semen Padang juga telah melakukan eksport ke beberapa negara seperi Srilanka, Timur Tengah, Bangladesh, Afrika hingga Uni Emirat Arab.

"Ekspor ke mancanegara mencapai 1,5 ton melalui pelabuhan Teluk Bayur yang dimiliki PT�Semen Padang," imbuhnya.

Menurut E Irzal dengan mempunyai pelabuhan PT Semen Padang mampu memenuhi kebutuhan semen di wilayah Sumatra maupun negara terdekat.[ted]

Selasa, 18 Maret 2008

Mutasi Kapolres di Jawa Timur

www.beritajatim.com
Selasa, 18/03/2008 19:40 WIB
Kapolres Sidoarjo, Tuban dan Pasuruan Dimutasi
Reporter : Teddy Ardianto

Surabaya - Gerbong Mutasi jajaran Polres di Wilayah Jawa Timur terus bergerak seiring dengan turunnya telegram rahasia Kapolri No Pol TR/77/III/2008 tentang mutasi.

Dalam TR tersebut disebutkan Kapolres Sidoarjo AKBP Drs Adnas diangkat menjadi Waka Polwil Besuki menggantikan AKBP Drs Erwin Azhar Siregar yang diangkat menjadi Direktur Narkoba Polda Kalbar.

Sementara jabatan baru Kapolres Sidoarjo akan dipegang oleh AKBP Drs Maruli CC Simanjuntak yang saat ini menjadi Kapolres KP3 Tanjung Perak.

Jabatan Kapolres Tanjung Perak akan ditempati oleh AKBP Gagas Nugraha SH yang sebelumnya menjabat sebagai penyidik Unit V Bareskrim Mabes Polri.

Kapolres Tuban AKBP Bambang Priyambadha juga terkena mutasi dan dipindah di ke mabes Polri sebagai Kasubbag Binlat Bag Opslat Bareskrim Polri. Kapolres Tuban akan diisi Kapolresta Pasuruan AKBP Drs Jebul Jatmoko.

Sedangkan Kapolresta Pasuruan akan diisi oleh AKBP Herry Sitompul yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Sumbawa Barat Polda NTB.

Sebelumnya Kapolres Batu AKBP Juansih akan menduduki pos baru sebagai Wakapolwil Bojonegoro.

Informasi mutasi tersebut dibenarkan Kasubbag Bina Mitra Polwil Bojonegoro, Kompol Dodik Eko Wijayanto. Dodik mengatakan, rencananya serah terima jabatan (sertijab) akan dilakukan minggu depan. "Memang benar Pak Waka saat ini akan digantikan oleh Bu Juansih yang sebelumnya bertugas di Batu," kata Dodik, Selasa (18/03/2008). [ted]

Kamis, 06 Maret 2008

Cari Kastari Densus 88 Ubek-ubek Jawa Timur

www.beritajatim.com
Kamis, 06/03/2008 14:12 WIB
Reporter : Teddy Ardianto

Surabaya - Densus 88 Mabes Polri dan Polda Jatim kini tengah mencari gembong teroris Slamet Kastari yang baru saja melarikan diri dari penjara Singapura.

Sejumlah anggota Densus kini tengah disebar di Jawa Timur karena sebelumnya Slamet Kastari yang asli Kediri itu kini diduga tengah berada di Jawa Timur.

Sumber beritajatim.com menyebutkan sejumlah tempat kini tengah diintai yaitu Malang, Kediri dan Surabaya. Bahkan file lama kasus pemalsuan identitas yang pernah ditangani Polda Jatim juga dipeloti tim Densus.

Pasalnya Slamet Kastari pernah disidik Polda Jatim tahun 2004 lalu setelah ditangkap Polda Riau karena terlibat jaringan teroris Jamaah Islamiyah.

"Kami menerima kasusnya dari Polda Riau karena pemalsuan identitas," ungkap sumber di Polda Jatim.

Saat itu Slamet Kastari divonis 1,2 bulan oleh PN Surabaya kemudian menjalani tahanan di Rutan Pasuruan selama sembilan bulan karena mendapat remisi.

Setelah keluar penjara beberapa tahun kemudian Slamet Kastari ditangkap di Singapura karena melakukan perencanaan pengeboman bandara Singapura.

Kanit Jatanras Polda Jatim AKP Wahyu Wim Harjanta membenarkan sebelumnya pernah memeriksa Slamet Kastari terkait pemalsuan identitas.

"Dulu pernah kami periksa tapi tidak terkait dengan teroris," kata Wahyu.[ted]

Sabtu, 01 Maret 2008

Polisi Merampok

www.beritajatim.com
Sabtu, 01/03/2008 15:40 WIB
Uang Merampok Untuk Bayar SPP Anaknya

Kontributor: Bruriy Susanto
Editor: Teddy Ardianto

Surabaya - Selama ini track record Aiptu Kasno anggota Polres Surabaya Selatan ini sangat buruk karena sering mencuri uang dan senpi milik anggota.

Kasat Reskrim Polres Surabaya Selatan AKP Agung Marlianto menjelaskan polisi tengah menyelidiki secara serius anggotanya.

"Jika bersalah kami tindak dengan tegas," kata AKP Agung Marlianto kepada beritajatim.com, Sabtu (01/02/2008).

Ditegaskan tersangka saat ini sedang menjalani pemeriksaan secara intensif di Mapolres Surabaya Selatan. "Dia mengaku uangnya akan digunakan untuk membayar SPP," kata Agung.

Agung tetap menyalahkan jika anggotanya merampok meski gaji anggota polisi sangat minim, oleh karena itu hukumannya sangat berat menantinya.

Seperti diberitakan sebelumnya Aiptu Kasno melakukan perampokan terhadap Ny Suci Rahayu di sekitar jalan Simpang Darmo Selatan.

Aksi perampasan dilakukan setelah Ny Suci turun dari mobil Avanza Nopol L 1681 JC sekitar pukul 11.00 WIB tiba-tiba Aiptu Kasno melakukan perampasan tas berisi uang Rp 200 ribu.[ted]

Kepergok Merampok, Polisi Dihajar Massa

www.beritajatim.com
Sabtu, 01/03/2008 14:30 WIB

Kontributor: Bruriy Susanto
Editor: Teddy Ardianto

Surabaya - Aiptu Kasno anggota non aktif Polres Surabaya Selatan dimassa warga jalan Simpang Darmo Permai Selatan siang tadi setelah melakukan perampokan.

Informasi di lapangan menyebutkan sekitar pukul 11.00 WIB Ny Suci Rahayu (50) yang juga mantan istri purnawirawan polisi hendak pulang dengan mengendarai mobil ke rumahnya di jalan Simpang Darmo Permai Selatan.

Tiba-tiba saat naik mobil tersebut ada sepeda motor yang dikendarai Aiptu Kasno langsung merampas tas milik Ny Sri Rahayu.

Langsung saja korban berteriak minta tolong hingga membuat sejumlah warga langsung keluar dan menghajarnya Aiptu Kasno hingga babak belur.

"Kami hajar beramai-ramai karena ada ibu-ibu yang berteriak minta tolong tasnya dirampas," kata Yogi warga sekitar.

Untung saja ada anggota polisi yang datang dan menyerahkan kejadian tersebut ke Polsek Tandes. Karena lokasinya berada di Polres Surabaya Selatan.

Polres Surabaya Selatan menamankan barang bukti berupa Honda Supra L 2590 TB dan tas coklat berisi uang Rp 200 ribu.[ted]